My Life and Beyond

Ketika Penyedia Produk Selalu Menjadi Tertuduh?

Posted in Opini, Pemasaran by Aan Subhan on 30 Mei 2011

Minggu yang lalu saya mendapat informasi dari Project Manager yang sedang berada di lokasi (customer), bahwa salah satu backbone jaringan komputer (networking)  mati total tidak berfungsi. Celakanya lagi backbone yang tidak berfungsi ini merupakan salah satu jalur yang menangani bagian pelayanan (bersentuhan langsung dengan masyarakat) di instansi tersebut. Ironisnya kejadian ini terjadi pada saat jam kerja. Yang berakibat pelayanan kepada masyarakat menjadi croudit. Secara langsung tim IT customer memberikan penjelasan kepada pimpinan instansi,bahwa masalah terjadi karena kesalahan penyedia produk sistem.

Namun setelah dilakukan pengecekan investigasi oleh tim teknis dan tim IT Customer, ternyata ada orang oknum yang sengaja memindahkan SFP modular yang terhubung ke Switch Hub.Padahal untuk bisa mengutak-atik Switch hub tersebut harus mempunyai akses ke ruang server dan juga lemari server. Sementara yang mempunyai akses ke ruang server dan lemari server hanya tim IT Customer. Jika kami sebagai penyedia produk sistem pun ingin masuk, harus seijin dan ditemani pihak IT Customer tersebut.

Kejadian tersebut merupakan salah satu contoh bagaimana mindset sebagian customer. Semua masalah kerusakan yang terjadi terhadap suatu produk yang dibeli selalu dijudge sebagai kesalahan penyedia produk tersebut. Penyedia produk sering menjadi tertuduh atas semua masalah yang terjadi terhadap produk yang dijual. Meskipun masalah atau kesalahan yang terjadi hanya mungkin dilakukan oleh customer itu sendiri. Padahal tidak semua masalah kerusakan  yang terjadi merupakan kesalahan penyedia produk.

Bagaimana pendapat anda?

Tagged with: , , , ,

21 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Bibi Titi Teliti said, on 31 Mei 2011 at 9:55 am

    *emak emak gaptek bingung baca postingan di atas…hihihi…*

    • Aan Subhan said, on 31 Mei 2011 at 10:23 am

      kalau yg baca bingung kayaknya tulisannya yg ga mutu :)

  2. Mhd Wahyu NZ said, on 31 Mei 2011 at 2:18 pm

    kerap kali hal itu terjadi karena ketidaktahuan customer.
    serta kadang juga ada pihak tertentu yg tau sudah salah, tapi berusaha menyelamatkan diri serta lantas menutupi detil seluruh kejadian terkait yg seringkali perlu untuk troubleshooting.

    • Aan Subhan said, on 31 Mei 2011 at 3:19 pm

      Ya benar mas. Customer juga tidak mau disalahkan. kalau customer complaint karena tidak sesuai dengan spefikasi/layanan yg seharusnya di dapatkan ga masalah, tp kalau complaintnya diluar spek atau kontrak kerja itu yg sulit.

  3. kang ian dot com said, on 31 Mei 2011 at 10:01 pm

    ya karena customer hanyalah sebagai end user aja mereka tidak tahu bagaimana secara runut sebuah problem atau eror terjadi.. yang pasti akan menyangka bahwa itu smata-mata kesalahan dr produk tersebut :D

    • Aan Subhan said, on 1 Juni 2011 at 8:54 am

      Kalau krn ketidaktahuan customer masih bisa dimaklumi :)

  4. giewahyudi said, on 1 Juni 2011 at 1:57 am

    customer harus disosialisasikan dengan baik agar tak ada miskomunikasi

    • Aan Subhan said, on 1 Juni 2011 at 9:02 am

      Yup..Penyedia produk berkewajiban melakukan sosialisasi dan mengedukasi customer.

  5. Marchei Riendra said, on 1 Juni 2011 at 9:51 am

    Memang banyak terjadi seperti itu. setiap kali ada produk yang error lantas yang disalahkan penyedia produknya.
    Customer ga mau disalahkan. Customer kan raja. gitu alasannya…

    Yang jadi penyedia produk harus banyak ngelus dada sama sabar deh. moga aja ga dapet customer yang g bawel.
    hehehehe, atau itu memang risiko pekerjaan?

    • Aan Subhan said, on 1 Juni 2011 at 10:31 am

      customer yg bawel baik juga, kalau sesuai dengan prosedur dan haknya…

  6. ichsan said, on 1 Juni 2011 at 2:15 pm

    Assalamualaikum mas aan, setuju dgn kata” ini -Semua masalah kerusakan yang terjadi terhadap suatu produk yang dibeli selalu dijudge sebagai kesalahan penyedia produk tersebut- tp gak semuanya sih.

    • Aan Subhan said, on 1 Juni 2011 at 2:59 pm

      Waalaikum salam mas ichsan. ada sebagian customer yang berfikir seperti.

  7. ichsan said, on 1 Juni 2011 at 3:15 pm

    maaf mas ganggu lagi, mohon di terima award dari saya .. dan kalau berkenan kita bertukaran link, link mas sudah saya pasang di daftar blogroll saya .. atas nama “aan” hehe ..

    • Aan Subhan said, on 1 Juni 2011 at 3:19 pm

      Ok. Linknya mas ichsan sudah saya pasang,

      thanks,

  8. Bayu said, on 2 Juni 2011 at 3:30 pm

    ahhh banyak kejadian kayak gini, costumer berpikir ngak pake teknikal lagi. ato ngak berpikir jernih. malah kadang tindakan perbudakan ke vendor. hmmmmmm. ahhh sadarlah para costumer

    • Aan Subhan said, on 6 Juni 2011 at 8:17 am

      Serem juga kalau sampe terjadi perbudakan ke vendor :)

  9. dmilano said, on 5 Juni 2011 at 8:17 pm

    Saleum
    istilahnya lempar batu sembunyi tangan ya kang,…
    saleum dmilano

    • Aan Subhan said, on 6 Juni 2011 at 8:20 am

      “lempar batu sembunyi tangan” sering terjadi pd customer yang sudah memiliki Divisi IT. Mereka tdk mau disalahkan oleh pimpinan mereka sehingga yg sering dijadikan korban adalah Penyedia produk/jasa.

  10. Alam said, on 9 Juni 2011 at 2:49 pm

    yah.. memang seper itu adnya.. tapi bagaimanapun juga penyedia produk tidak boleh menyalahkan customer.. :-)

    • Aan Subhan said, on 10 Juni 2011 at 2:57 pm

      liat konteksnya dan harus proporsional.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.