Lingkungan Kerja yang Kondusif

Jika kita ingin mendapatkan kinerja yang maksimal, maka kita harus bisa menciptkan suasana kerja yang kondusif. Sangat sulit mengahasilkan karya terbaik di lingkungan kerja yang tidak mendukung aktivitas kita. Apalagi di perusahaan yang bergerak di industri kreatif. Yang mana kemampuan SDM menjadi faktor utama dalam menciptakan produk yang berkualitas.

Budaya kerja yang kondusif itulah yang ingin diciptakan di perusahaan tempat saya bekerja. Misalnya karyawan diperbolehkan memakai celana jins (yang penting berpakaian rapi) kecuali pada saat meeting dengan customer atau bertemu dengan pihak ekternal, daftar kehadiran tidak masuk dalam point penilaian kinerja. Mesin absensi dipakai hanya sebatas untuk memudahkan pengaturan pemberian tunjangan uang makan. Waktu untuk makan siang atau istirahat terserah karyawan. Bahkan tiap minggu Manajemen berolahrga bareng pada jam kerja (Mimpi pengen kayak Google, karyawan bisa berolahraga di kantor).

Sangat kontras dengan suasana kerja yang pernah diterapkan pada beberapa tahun yang lalu, dimana perusahaan membuat aturan yang sangat ketat dan kaku, misalnya semua staf harus berdasi, tidak boleh memakai celana jins, keterlambatan hanya ditoleransi 15 menit dari jam masuk kerja. Dari beberapa aturan yang ada,semua karyawan merasa tidak nyaman. Bahkan menimbulkan permusuhan yang hebat dengan departemen HRD. Alih-alih meningkatkan kenerja dan produktifitas malah membuat kinerja perusahaan menjadi menurun. Karena karyawan hanya sibuk dengan urusan absensi,dasi, pakaian dan semua hal yang tidak ada hubungannya dengan produktifitas.

Menciptakan suasana yang kondusif sangat penting dilakukan di lingkungan kerja agar bisa menghasilkan kinerja yang produktif dan inovatif. Aturan tetap harus dibuat tetapi dengan tujuan untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas. Bukan dengan tujuan mengekang karyawan, apalagi sampai membunuh kreatifitas.

About these ads

37 thoughts on “Lingkungan Kerja yang Kondusif

  1. Saya setuju, penampilan karyawan pada sebuah perusahaan bukanlah faktor penting dalam meningkatkan produktifitas sebuah perusahaan karena penampilan hanyalah pencitraan, tetapi yang terpenting adalah kenyamanan dan efektifitas karyawan dalam bekerja. Benar gak Bung Aan?

    • Jangan sampai karyawan ga konsent dengan job des yang diberikan hanya gara2 aturan yang sebenarnya ga penting…

  2. yg penting kn pelayanan brjalan lancar,
    pgawai bkerja dg nyaman shingga bisa optimal kerjax,
    aturan spt itu bisa dipertimbangakn u’ diterapkan,
    iri juga kalo melihat pgawai dt4 lain yg serius tp santai & jg max kerjax

    • Memang tidak semua orang senang memakai celana jins,tetapi bagi yang kebetulan suka dipersilakan yang penting karyawan merasa nyaman dalam bekerja.

  3. Bagus juga jika aturan diberlakukan secara fleksibel sehingga karyawan tidak merasa dikekang. Tetapi harus diingat pula bahwa karyawan pun harus memiliki niat yang tulus untuk bekerja dengan sepenuh hati agar perusahaan bisa berkembang dgn pesat

    • Tujuan memberlakukan aturan yang bersifat lebih fleksibel adalah untuk membuat lingkungan kerja yang nyaman dengan harapan dapat menghasilkan kinerja yang maksimal

  4. Benarkah dengan cara begini bisa menumbuhkan karyawan mencintai pekerjaannya, dalma artian jadi ada sense of belonging gitu? khawatirnya mereka malah seenaknya sendiri karena gak semua orang siap dengan hal seperti ini kan…bagi kita yang biasa di siplin ad agak ada absen jam kerja jam berapa tetep dateng jam segitu dan selesaikan kerjaan tepat waktu….karena terpikir juga mengusulkan hal seperti ini tapi saya mikir dampaknya….

    • Sangat tergantung pada lingkungan kerja perusahaannya. Kalau dengan menerapkan aturan yang fleksibel malah membuat karyawan menjadi seenaknya sendiri dan tidak produktif sebaiknya jangan. karena tidak semua perusahaan cocok dengan aturan seperti ini.
      Untuk perusahaan yang bergerak di industri kreatif masih relevan. Yang mana kemampuan SDM menjadi faktor utama dalam menciptakan produk yang berkualitas. Pastinya perusahaan akan melakukan evaluasi atas aturan yang diberlakukan. Jika kinerjanya semakin baik tentu saja akan dilanjutkan,namun jika sebaliknya harus diganti dengan yang sesuai dengan lingkungan kerja perusahaan tersebut.

    • Orang yang sungguh-sungguh bekerja keras dan peduli dengan perusahaan bisa kehilangan semangat kerja jika kinerja mereka tidak diapresiasi. sementara orang hanya akan dinilai berdasarkan absensi.Sedangkan masalah kinerja tidak menjadi pertimbangan….

    • sangat tergantung orangnya.Kalau misalnya karyawan malah menjadi tidak produktif jika lingkungan kerja menyenangkan, tinggal diciptakan aja lingkungan kerja yang tidak kondusif agar bisa menghasilkan kinerja yang berkualitas :)

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, Aan…

    Faktor yang bisa menyemangati SDM di persekitaran kerja adalah suasana kondusif bagi menghasilkan kerja dengan efektif. Persekitaran yang tidak mendukung usaha pekerja akan menyurut keinginan mereka dan menjadikan mereka tidak bermaya, apa tah lagi kalau kebajikan mereka tidak terjaga.

    Karyawan adalah manusia dinamik yang mempunyai potensi dan kreativitas tersendiri bagi membangun perusahaan secara bersama. Jika terlalu banyak aturan sehingga membatasi gerakan dan kreativitas mereka tentu sekali akan mengundang rasa tidak senang dan bisa membawa banyak impak kepada usaha jaya bagi kejayaan bersama.

    Hal ini saya alami apabila pihak pengurusan baru mewajibkan para dosen menandatangani kehadiran dalam apa juga rapat dan perhimpunan sebagai penilaian kepada prestasi kerja tahunan. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak senang kerana pengurusan lama lebih bersikap terbuka tanpa syarat yang ketat. Cukup dengan memberi kepercayaan. Kepercayaan inilah yang menumbuh keyakinan semua orang untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Kehadiran tetap berlaku dan dilaksanakan dengan suka rela tanpa paksaan. Hati jadi senang dan selalu ceria.

    Menurut saya, pihak pengurusan harus memerhati kebajikan karyawannya dan berkeyakinan bahawa setiap tugas yang diamanahkan, bisa dilaksana dengan baik. Yang penting penghargaan diberi atas usaha yang dijalankan.

    Tulisan yang bagus dan memberi idea untuk jadi pemimpin yang baik dalam menjalankan tugasnya.
    Terima kasih Aan.

    Salam mesra dari Sarieki, Sarawak.

    • Waalaikum salam wr.wb. Bunda…

      Karena setiap perusahaan memiliki lingkungan kerja yang berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Maka aturan yang berlakukan pun akan berbeda-beda. Harus disesuaikan dengan core bisnis atau lingkungan kerja perusahaan tersebut. Aturan diperlukan untuk memfasilitasi karyawan dalam mengembangkan potensi diri masing-masing sesuai dengan tugas yang telah diamanahkan perusahaan. Selain itu perusahaan juga punya kepentingan untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke arah yang lebih baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menciptakan suasana kerja yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan tersebut.
      saya sependapat dengan bunda bahwa selain lingkungan kerja yang kondusif, karyawan juga harus diberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan agar tetap semangat dalam berkarya…

      Terima kasih bunda

      Salam hangat dari jogjakarta

    • Memang masih banyak tempat kerja yang tidak nyaman untuk berkarya. Seharusnya pimpinan perusahaan bisa memahami kondisi karyawan, tidak hanya mengejar keuntungan semata tapi berusaha memfasilitasi karyawan agar tetap bisa mengembangkan potensi diri selama sesuai dengan tujuan perusahaan..

  6. Memang terkadang formalitas mengebiri kreatifitas dan menurunkan produktifitas.
    Seperti halnya dalam proses belajar & belajar (KBM), seorang guru mesti mempertimbangkan kondisi psikologis siswanya agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Mungkin hal itu pula yang mesti jadi perhatian & pertimbangan pimpinan sebuah perusahaan agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif, & tingkat produktifitas pun tinggi.
    Artikel bagus. Salam kenal dari blogger tunanetra. Trims.

    • ya benar pak budi…Semoga ke depan banyak pimpinan perusahaan atau organisasi yang berusaha menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, dengan harapan mampu menghasilkan kinerja yang lebih produktif…

      salam kenal juga pak budi

      Thanks atas kunjungannya …

  7. Mohon izinnya untuk tautkan link bapak pada blogroll saya, untuk kemudahan dalam mengakses blog ini.
    Sebagai tunanetra, aksesibilitas informasi saya amat sangat terbatas. Beruntung teknologi telah melahirkan “screen reader” sehingga saya dan kawan2 tunanetra akhirnya cenderung bertumpu pada media digital. Dan blog ini saya pikir tepat untuk dijadikan salah satu rujukan utama. :)

    • Ya benar…hubungan antara karyawan dan pimpinan yang terjalin dengan baik dapat meningkatkan sinergi dan kekompakan dalam organisasi sehingga dapat memacu semangat untuk terus bekerja dengan optimal..

      salam juga :)

    • Ya benar pak. Setiap perusahaan atau organisasi memiliki visi yang berbeda-beda. Untuk itulah diperlukan pimpinan yang bisa memahami dan membuat suatu aturan atau budaya kerja yang mendukung tercapainya visi tersebut.

  8. Nyaman sekali kantornya Pak Aan… semoga semakin semangat kerjanya… ^______^
    Saya juga ngimpi ntar bisa kerja di RS yang nyaman kaya google. hehehe… (beneran mimpi nih, apalagi biasanya tahun awal lulus di buang ke pedalaman dulu) kekekeke

    • Amiin..Di pedalaman banyak hal yang bisa dilakukan apalagi untuk profesi dokter..Kalau pas kebutulan ditempatkan di desa terpencil jangan lupa bergabung jadi indonesia mengajar ya :)

    • siip…lingkungan kerjanya yang kondusif dengan waktu kerja yang fleksibel dan bayarannya besar pasti menjadi impian para profesional :)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s