Pentingkah Keunikan Produk?

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan kompetitif. Perusahaan dituntut untuk mengembangkan produk sedemikian rupa sehingga mampu memikat hati customer. Perusahaan harus kreatif dan fokus pada pengembangan keunikan atau keunggulan produk yang dimiliki. Keunikan produk atau jasa tidak harus banyak. Namun sangat unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.Keunikan yang ada harus menambah value added suatu produk atau perusahaan.Keunikan tersebut tidak hanya semata-mata pada perbedaan dari segi produk tapi bisa juga keunikan dalam hal pemberian layanan kepada customer.

Keunikan produk atau layanan suatu perusahaan menjadi penting dan harus selalu ditingkatkan. Dengan terus mengembangkan keunikan suatu produk, maka akan terbentuk image produk yang menjadi pembeda diantara produk yang ada di pasaran.

Faktor apa yang membuat anda tertarik membeli suatu produk?

Pentingnya komitmen

Kemarin saya memberikan presentasi untuk produk IT di salah satu corporate di Kulon Progo. Karena terlanjur sudah janji, maka harus ditepati. Padahal kondisi badan saya sedang tidak fit. Sebenarnya bisa saja saya mereschedule kegiatan tersebut dengan alasan nggak enak badan.  Kerongkongan terasa nggak enak banget. Karena hanya masalah batuk dan tenggorokan yang terasa sakit saya pikir bukan suatu kendala yang berarti. So tetap memberikan presentasi walaupun dengan suara yang tidak begitu jelas. Suara yang keluar mirip-mirip seperti suara robot. Bahkan beberapa orang yang menelpon saya dikirain salah sambung dan selalu menanyakan kebenaran yang menerima telpon :).

Idealnya kalau memberikan materi tentu saja dengan kondisi yang benar-benar fit dan bugar. Namun kalau udah terlanjur janjian gimana lagi ya harus dipenuhi.  Untuk meminimalisir mengeluarkan energi suara yang banyak. Maka saya minta peserta untuk berdiskusi, supaya saya tidak terlalu banyak memberikan penjelasan. Saya meminta perwakilan setiap unit kerja atau departemen yang ada untuk menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi secara detil. Kemudian saya memberikan jawaban atas permasalahan yang mereka sampaikan dengan demo presentasi dan ditambah dengan sedikit penjelasan. Ternyata strategi seperti itu cukup berhasil.Bahkan diantara peserta diskusi bisa saling membantu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi peserta lainnya.

Kadang-kadang kita hanya perlu menjadi pendengar yang baik untuk menghasilkan solusi terbaik.

Jika kita masih bersedia memenuhi komitmen kita pada saat kondisi yang kurang kondusif pun, bukankah akan menjadi value added tersendiri di benak customer atau pihak lain? Kalau menurut teman-teman sebaiknya mereschedule kegiatan sampai anda benar-benar bugar atau tetap menepati janji anda walaupun dengan kondisi yang kurang kondusif?

Pelajaran Bisnis dari Penjual Bubur Ayam

Pagi tadi saya ikut menemani anak membeli bubur ayam. Kebutulan si kecil yang baru saja sembuh dari sakit merasa nyaman dengan makanan yang lembut ini. Setelah memesan 2 mangkok bubur ayam dan memberikan uang kepada si penjual bubur. Bukan hanya uang kembalian yang saya dapatkan, tapi informasi penting bagi pelanggan bubur ayam. “Pak, Per 1 april besok harga bubur ayamnya naik ya”. saya hanya bisa senyum-senyum mendengarnya. Saya tidak perlu menanyakan berapa porsen kenaikannya.

Yang menarik bagi saya adalah betapa cerdasanya si penjual bubur ayam ini dalam menjaga loyalitas pelanggannya. Karena penting bagi perusahaan atau penyedia produk untuk memberikan informasi mengenai produk atau layanan kepada pelanggannya. Si penjual bubur ayam tersebut bisa saja tidak perlu repot-repot memberikan informasi akan adanya kenaikan harga bubur ayamnya. Toh semua pelanggannya akan maklum, dengan adanya kenaikan BBM pastinya beberapa harga barang ikut merangkak naik. Lagi pula saya juga bukan pelanggan setianya. Hanya saat -saat tertentu saja kami membeli bubur ayamnya. Namun bagi si penjual bubur ayam ini semua pelanggannya tetap mendapatkan layanan terbaik. Termasuk dalam hal mengkomunikasikan akan adanya perubahan harga jauh-jauh hari sebelum kenaikan harga tersebut dilakukan.Hal ini dilakukan agar pelanggannya tidak kaget atau sudah siap dengan perubahan harga yang terjadi.

Padahal di luar sana sering kali kita mendapatkan penawaran harga barang tertentu yang disertai dengan catatan yang ditulis miring atau dengan huruf kecil “Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu”. Betapa kecewanya kita jika penawaran harga resmi  yang kita dapatkan sebelumnya ternyata sudah mengalami kenaikan harga tanpa adanya konfirmasi mengenai perubahan tersebut.

Ketika Penyedia Produk Selalu Menjadi Tertuduh?

Minggu yang lalu saya mendapat informasi dari Project Manager yang sedang berada di lokasi (customer), bahwa salah satu backbone jaringan komputer (networking)  mati total tidak berfungsi. Celakanya lagi backbone yang tidak berfungsi ini merupakan salah satu jalur yang menangani bagian pelayanan (bersentuhan langsung dengan masyarakat) di instansi tersebut. Ironisnya kejadian ini terjadi pada saat jam kerja. Yang berakibat pelayanan kepada masyarakat menjadi croudit. Secara langsung tim IT customer memberikan penjelasan kepada pimpinan instansi,bahwa masalah terjadi karena kesalahan penyedia produk sistem.

Namun setelah dilakukan pengecekan investigasi oleh tim teknis dan tim IT Customer, ternyata ada orang oknum yang sengaja memindahkan SFP modular yang terhubung ke Switch Hub.Padahal untuk bisa mengutak-atik Switch hub tersebut harus mempunyai akses ke ruang server dan juga lemari server. Sementara yang mempunyai akses ke ruang server dan lemari server hanya tim IT Customer. Jika kami sebagai penyedia produk sistem pun ingin masuk, harus seijin dan ditemani pihak IT Customer tersebut.

Kejadian tersebut merupakan salah satu contoh bagaimana mindset sebagian customer. Semua masalah kerusakan yang terjadi terhadap suatu produk yang dibeli selalu dijudge sebagai kesalahan penyedia produk tersebut. Penyedia produk sering menjadi tertuduh atas semua masalah yang terjadi terhadap produk yang dijual. Meskipun masalah atau kesalahan yang terjadi hanya mungkin dilakukan oleh customer itu sendiri. Padahal tidak semua masalah kerusakan  yang terjadi merupakan kesalahan penyedia produk.

Bagaimana pendapat anda?

Diversifikasi produk

Untuk periode tahun berjalan, biasanya perusahaan sudah menentukan produk yang akan dipasarkan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ada permintaan pasar akan produk tertentu selain produk yang sudah disiapkan. Sebagai produsen produk, tentu saja peluang ini harus disikapi dengan bijak. Kita tidak boleh terjebak dengan idealisme perusahaan, jika hanya memasarkan produk yang sudah ditentukan sebelumnya dan mengabaikan kebutuhan akan pasar.

Dalam melakukan diversifikasi produk, tentu saja perusahaan harus mengalokasikan investasi dan resource tertentu dalam melakukan pengembangan dan memasarkan produk tersebut. Namun inilah tantangan yang harus direspon dengan baik.

Walaupun kita sudah membuat perencanaan yang matang dan detil, tapi kita dituntut untuk selalu terbuka dan dinamis terhadap perubahan yang terjadi. Bukankah perubahan itulah yang tetap kekal.?