Pentingnya Kualitas Produk

Kemarin saya kebutulan kedatangan tamu, mantan pengusaha furnitur. Beliau menceritakan bagaimana menjalankan usaha furnitur beberapa tahun yang lalu sebelum usahanya ditutup. Usahanya ditutup bukan karena bangkrut, tapi karena banyaknya regulasi yang tidak memihak kepada pengusaha.

Yang menarik dari kisah bisnis pengusaha furnitur ini adalah beliau menerapkan standar kualitas produk dan layanan yang super ketat. Sehingga akibatnya beberapa buyer dari luar negeri harus memohon kepada beliau agar produknya bisa disupplay ke buyer tersebut. Beliau tidak pernah sampai memasarkan produknya kemana-mana, tapi buyer-buyer luar negeri tersebut yang datang mencari beliau karena terkenal dengan kualitas produknya.

“Jika produk yang dihasilkan merupakan solusi bagi customer, maka customer akan datang dengan sendirinya”

Konsentrasi membuat solusi harusnya menjadi tujuan utama bagi semua perusahaan. Jika peningkatan kualitas dan layanan menjadi prioritas utama, maka dengan sendirinya customer akan datang. Banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan, tapi jika kualitas produk maupun layanan tidak ditingkatkan, maka pelanggan pun akan menjauh.

Apakah anda pernah melihat produk yang iklannya berlebihan, namun kualitas produknya sangat standar? Bersediakah anda membeli produk tersebut?

Kangen Ngeblog Lagi

Tak terasa, sudah setahun saya tidak lagi memposting di blog ini. Untung saja tidak sampai lupa password. Hari ini iseng buka blog, ternyata tiap hari ada saja yang datang mengunjungi blog in. Banyak comment yang terabaikan. Kepada semua teman-teman blogger mohon maaf atas coment-coment yang belum sempat terbalas.

Sehingga saya putuskan, berusaha untuk aktif kembali dan bersilahturahim lagi dengan teman-teman. Terima kasih atas semua comment dan masukannya semoga saya tetap konsisten mengupdate blog ini.

Kapan Birokrasi Mau Berbenah ?

Baru-baru ini saya dan tim sedang melakukan riset mengenai kebutuhan peralatan usaha-usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM di salah satu daerah. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka kami harus melakukan survey dan interview langsung terhadap pelaku usaha.

Namun sayangnya informasi mengenai sentra-sentra industri UMKM masih sulit kita dapatkan di dunia maya. Kalaupun ada hanya beberapa saja, itupun seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Akhirnya saya dan tim memutuskan untuk mencari data di kantor dinas perindustrian,perdagangan dan koperasi. Ternyata respon dari pihak dinas di luar dugaan kami, karena untuk mengakses informasi mengenai keberadaan sentra-sentra produksi UMKM prosedurnya tidak sesederhana itu. Kami diminta untuk mengajukan surat resmi terlebih dahulu ke dinas tersebut. Selanjutnya pihak dinas, baru akan mencari informasi yang kita butuhkan. Bukan mengakses informasi tapi masih dalam tahap mencari,belum lagi kalau data dan informasi yang tersedia sudah lama tidak diupdate. Padahal informasi seperti ini harusnya bisa dipublish di website dinas. Sehingga publik dengan mudah mengaksesnya.

Betapa tidak mudahnya kita melakukan riset di negeri ini. Informasi yang seharusnya bisa diakses dengan mudah oleh publik, baik melalui online maupun offline tapi harus melalui meja-meja birokrasi yang sarat dengan ketidakjelasan dan kepentingan. Apakah wajah birokrasi kita sudah sebanding dengan remunerasi yang diterima ?

Menentukan Fokus Produk

Tidak sedikit dari start up company misi awalnya hanya membuat produk berdasarkan kebutuhan customer (customize product). Namun seiring dengan perkembangan usaha, sudah mulai mempertimbangkan untuk fokus pada produk tertentu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir cost yang tinggi sehingga product yang dihasilkan bisa bersaing.

Penentuan fokus produk biasanya dilandasi karena pertimbangan kebutuhan pasar yang potensial. Selain itu, ketersediaan resource serta core kompetensi yang dimiliki juga menjadi tolak ukur. Memang tidak mudah menentukan produk mana yang menjadi fokus perusahaan. Belum lagi godaan permintaan product-product customize dengan nilai yang sangat menggiurkan.

Salah satu kelebihan menentukan fokus produk adalah perusahaan berpotensi untuk menjadikan produk tersebut menjadi produk massal (mass product). Dengan riset tertentu, namun berpeluang mendapatkan benefit yang tinggi. Apalagi kalau produk yang dihasilkan bisa diterima oleh pasar dengan baik.

Blog Dilombakan Di Sekolah

Beberapa hari lalu, tetangga saya yang masih duduk di bangku SMU tanya-tanya mengenai dunia blog. Setelah diskusi sebentar, akhirnya dia cerita kalau saat ini dia sedang mengikuti lomba blog di sekolahnya. Saya agak kaget juga, karena blog juga di lombakan di dunia pendidikan setingkat SMU. Selain belajar teknologi informasi, tentu saja siswa mulai belajar dunia tulis menulis.

Dengan adanya lomba blog semacam ini, diharapkan siswa mulai memanfatkan blog dalam menunjang aktivitas belajar. Karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan dengan blog. Tidak sedikit kisah sukses para blogger-blogger muda bahkan yang masih berstatus sebagai siswa SD yang sudah memanfaatkan blog untuk mengais rezeki.Walaupun tujuan ngeblog tidak semata-mata untuk mencari uang.

Semoga ajang seperti ini tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah favorit, namun bisa masuk ke sekolah-sekolah di pelosok negeri. Saya yakin banyak sekali anak-anak muda indonesia yang berbakat yang kaya akan ide dan kreatifitas.

Bagaimana pendapat teman-teman ketika blog diajarkan atau dilombakan di sekolah?

Tawaran Menarik Dari Telkom

Kemarin siang saya mendapat telepon dari pihak telkom. Awalnya mereka menanyakan mengenai kendala atau masalah apa saja yang terjadi dengan layanan mereka selama ini. Baik pemakaian telepon dan juga akses layanan internet speedynya. Karena memang tidak ada masalah yang berarti, saya pun menjawabnya dengan diplomatis. “Kalau ada masalah, kami pasti akan menghubungi pihak telkom“. Ternyata mereka hanya sekedar basa-basi yang ujung-ujungnya menawarkan paket upgrade speedy dengan kecepatan 3 Mbps.

Berdasarkan informasi yang mereka sampaikan, bahwa untuk layanan upgrade speedy kecepatan 3 Mbps mendapatkan diskon besar-besaran yaitu sebesar Rp.1.000.000. Harga paket yang semula sebesar Rp. 1.695.000 menjadi hanya sebesar Rp.695.000. Artinya kami yang selama ini menggunakan paket 1 Mbps dengan biaya bulanan sebesar Rp. 645.000 dengan hanya menambah Rp.50.000 sudah bisa menikmati layanan internet speedy dengan kecepatan 3 kali lipat. Menariknya lagi layanan ini bukan bersifat promo yang mana berlaku untuk seterusnya.

Tawaran yang menarik memang sering membuat customer tidak berpikir panjang. Antara kebutuhan dan keinginan menjadi bias jika sudah dihadapkan pada potongan harga yang menggiurkan.

Layanan di Luar Jam Kerja

Keberadaan penjualan secara online semakin memudahkan kita dalam berbelanja. Bagi orang-orang yang tidak punya waktu luang, berbelanja melalui media online merupakan salah satu solusi yang tepat. Selain mudah dan praktis, bertransaksi melalui dunia maya ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asalkan bisa terkoneksi dengan internet. khususnya bagi customer yang berbelanja pada webstore-webstore yang sudah full e-commerce, yang mana melakukan penjualan dan support sistem selama 24 jam dan tidak mengenal hari libur.

Lain halnya dengan pebisnis online yang masih melayani penjulan online dan offline?. Disatu sisi pemasaran online tetap bekerja selama 24 jam, namun supportnya hanya bisa dilayani pada jam kerja. Padahal tidak sedikit dari calon customer yang ingin bertransaksi pada hari-hari libur atau diluar jam kerja.

Menurut teman-teman apakah anda lebih senang bertransaksi online pada hari libur dan di luar jam kerja atau pada saat jam kerja?