Pemasaran Bakpia Pathok VS Glagasari

Bagi anda yang pernah berkunjung ke yogyakarta tentu saja tidak asing lagi dengan makanan khas kota budaya ini yaitu bakpia. Makanan tradisional ini biasanya dijadikan oleh-oleh untuk para wisatawan lokal. Bakpia selalu identik dengan Pathok. Karena di daerah pathok inilah pusat industri makanan bakpia berkembang pesat. Disamping itu, lokasi industri makanan tradisional ini sangat dekat dengan kawasan malioboro. Sehingga kawasan pathok sangat populer dibandingkan bakpia di kawasan lainnya.

Karena menjamurnya produsen makanan khas ini, tentu saja persaingan antar pedagang semakin ketat. Untuk menarik minat pembeli beberapa pedagang memberikan  fee kepada pengantar (orang yang mengantar pembeli sampai ke toko bakpia). Jangan heran kalau anda ditawari tukang becak untuk diantar ke kawasan bakpia pathok dengan tarif yang sangat murah. Pengantar seperti sopir taxi, sopir bus pariwisata, tukang becak,ojek,dll akan mendapatkan fee dari pedagang bakpia. Besarnya  fee yang didapatkan tergantung dari volume transaksi.

Jika anda ingin menikmati bakpia dengan cita rasa yang berbeda, anda bisa membeli bakpia di daerah glagasari dekat terminal lama umbulharjo. Walaupun harganya relatif lebih mahal di bandingkan dengan bakpia pathok, tetapi dijamin rasanya lebih enak. Pedagang bakpia di glagasari tidak menggunakan strategi pemasaran seperti di kawasan pathok yang memberikan fee kepada pengantar. Mereka lebih fokus pada kualitas produk. Dengan pemasaran mulut ke mulut  (MKM) bakpia glagasari sudah mulai ramai pembeli. Bahkan diwaktu-waktu tertentu kita sering tidak mendapatkan bakpia jika tidak memesan terlebih dahulu.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan volume penjualan, misalnya dengan melakukan kerjasama dengan para pengantar yang tentu saja akan mengurangi profit margin pedagang tersebut. Cara seperti ini akan menimbulkan persaingan harga yang sangat ketat diantara para pedagang. Disamping harus menentukan harga produk yang kompetitif, tentu saja harus memperhitungkan biaya fee yang akan dikeluarkan.

Produk yang berkualitas dengan harga yang relatif lebih mahal pun, ternyata masih mampu menarik minat konsumen. Sudah selayaknya produsen fokus pada peningkatan kualitas dan value produk,  serta lakukan strategi pemasaran yang berbeda, maka pasar akan selalu terbuka lebar.

Iklan

2 thoughts on “Pemasaran Bakpia Pathok VS Glagasari

  1. wah macam-macam saja y mas ide para pedagang itu.. iya sih kalau pedagang mah pengennya untung. terkadang dimurahin harganya tapi g seimbang sm kualitasnya ehehe.. tapi sebagai konsumen kan kita juga pengen murah dan kualitasnya bagus. tul g mas? xixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s