Profesional dan Entrepreneur

entrepreneur

Dua hari yang lalu di sela-sela aktivitas kantor yang padat, saya diajak diskusi oleh teman sejawat tentang keinginannya menjadi entrepreneur. Sebenarnya dia ingin menjalankan 2 kehidupan secara sekaligus atau sebagai amfibi istilah teman-teman TDA untuk para profesional atau karyawan yang juga berprofesi sebagai entrepreneur. Sementara kalau untuk full Tangan Di Atas atau entrepreneur teman saya masih keberatan. Karena pekerjaan yang digeluti sekarang merupakan pekerjaan yang sangat dicintainya. Kecuali kalau dia juga mendirikan perusahaan yang sejenis dengan perusahaan tempat kami bekerja. Disamping itu dia merupakan salah seorang manajer yang mendapat share saham dari perusahaan tempat kami bekerja. Secara tidak langsung dia juga termasuk pemilik perusahaan, walaupun nilai kepemilikannya relatif kecil.

Ironisnya beberapa lulusan perguruan tinggi kita berlomba-lomba mencari pekerjaan atau sebagai profesional. Jarang sekali yang bercita-cita menjadi entrepreneur. Sebanyak 88,9 persen lulusan D3 memilih untuk menjadi karyawan, sementara lulusan program S1 yang ingin menjadi karyawan sebesar 83,1 persen dan hanya lima persen yang menyatakan ingin menjadi entrepreneur. Sementara sudah banyak dari para profesional yang mulai banting setir untuk menjadi entrepreneur. Ada beragam alasan kenapa mereka ingin menjadi entrepreneur seperti menginginkan kebebasan finansial, waktu bersama keluarga, dll.

Jumlah entrepreneur di indonesia sendiri tercatat  masih kurang dari 1% dari total jumlah penduduk. Relatif masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Bandingkan dengan Singapura yang memiliki  entrepreneur sekitar 7,2 persen, dan Amerika Serikat memiliki 2,14 persen entrepreneur.

Memang tidak mudah mengubah mindset dan mental profesional atau karyawan untuk menjadi entrepreneur. Belum lagi tuntutan dan tantangan dari lingkungan dan keluarga. Meninggalkan zona nyaman sebagai karyawan berarti siap untuk mengambil segala resiko. Namun potensi untuk sukses sangat terbuka. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki adrenaline tinggi adalah dengan menjadi amfibi yaitu sebagai profesional sekaligus entrepreneur

Bagaimana dengan anda?

35 thoughts on “Profesional dan Entrepreneur

    • Kalau yg udah siap langsung aja jd pengusaha🙂 ga usah menjadi profesional dulu..

      Salam kenal juga pak Moch. Adnan

  1. Jujur saya pernah meninggalkan zona kenyamanan sebagai pekerja untuk menjadi wirausahawan. Tetapi akhirnya gagal karena kurangnya persiapan, kini saya kembali menjadi karyawan dan bersiap kembali dengan persiapan yang lebih matang

  2. jujur saya pernah memutuskan untuk berhenti sebagai pekerja dan menjadi wirausaha tetapi akhirnya gagal karena kurangnya persiapan, kini saya kembali menjadi karyawan dan bersiap kembali dengan persiapan yang lebih matang

  3. errr…tantangan untuk menjadi seorang entrepreneur sejati sepertinya masih belum bisa saya hadapi..
    saya akui, saya masih takut meninggalkan zona nyaman dan aman saya
    tapi, harapan untuk ke situ masih besar..
    mudah2an suatu hari nanti bisa berhasil akhirnya melangkah ke sana

  4. Ida sama sekali tidak punyai keinginan untuk menjadi karyawan, namun hingga saat ini kemampuan masih sebagai karyawan, udah direncanakan sih, akan membikin usaha sendiri. Makanya sekarang ini lagi banting-bantingan untuk mendapat modal sebanyak-banyaknya😀, bantu doa yah…🙂

    ^_^
    Ida Raihan.

    • Selamat buat mbak nique yang sudah full TDA,jangan lupa utk memberikan sharing pengalaman dan triknya kepada yang masih menjadi profesional atau amfibi biar segera full TDA.

  5. Berarti saya termasuk. Begitu lulus saya ingin jadi PNS, kayanya itu level cukup aman untuk pekerjaan, setelah itu baru mau mengambil usaha lain sesuai minat saya (kreasi katun). hehehe😀

  6. Sampai sekarang saya masih bekerja, Mas. Mengandalakan pemasukan yang besarnya sama setiap bulan. Keinginan menjadi seorang enterpreneur memang ada. Tapi kok ya dibayangin aja sudah sulit ya?

  7. saya sangat setuju mas..
    sebenarnya saya sudah sangat lelah untuk menjadi seorang karyawan..tapi terkadang kebutuhan keluarga yang mendesak dan terkadang menuntut untuk tidak bersabar menyebabkan kita enggan untuk meninggalkan pekerjaan kita dan beralih menjadi seorang entrepreuner..
    sebenarnya banyak sekali keuntungan yang bisa kita raih jika kita menjadi seorang entrepreneur..tapi seringnya kita enggan untuk memulai karena banyak ketakutan yang terkadang sudah menjadikan kita ciut untuk melangkah..
    mungkin sementara ini pilihan untuk menjadi amfibi memang menjadi pilihan yang tepat.. untuk menjadi entrepreuneur yang sukses memang tidak instan jadi ya dijalani aja dengan step by step..
    do’akan saya mas supaya saya bisa meraih sukses itu
    maaf nih baru bisa berkunjung kembali..

    • Terima kasih atas kunjungannya pak Bams….Alhamdulillah kabar baik pak, saya sudah kangen pengen ketemu untuk ngecharge ilmu dan semangat dari pak bams dan teman-teman…..

      Salam sukses…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s