Jika Perencanaan Tidak Sesuai Kebutuhan?

Pada hari selasa kemarin kami diminta untuk melakukan survey sekaligus presentasi dengan manajemen salah satu calon customer. Beberapa bulan sebelumnya kami sudah mendapatkan dokumen perencanaan sistem yang diinginkan calon customer. Dari dokumen perencanaan tersebut kami sudah mendapatkan gambaran seperti apa kebutuhan dan cakupan sistem yang akan dikembangkan oleh calon customer tersebut.

Setelah melakukan survey lapangan dalam rangka menginventarisasi kebutuhan sistem dan melakukan presentasi produk sistem dengan calon customer, ternyata kebutuhan calon customer tersebut sangat berbeda dengan perencanaan sistem yang diajukan oleh konsultan perencanaan. Pihak konsultan perencanaan sistem sepertinya tidak memahami kebutuhan calon customer. Perencanaan yang diajukan tidak sesuai dengan kondisi riil organisasi calon customer.

Seharusnya konsultan perencanaan sistem melibatkan calon customer dalam proses inventarisasi kebutuhan organsasi tersebut, bukan berdasarkan persepsi apalagi keinginan konsultan semata. Hal ini sering terjadi pada instansi pemerintah yang belum memiliki tim IT tersendiri. Mereka biasanya menyerahkan sepenuhnya pekerjaan perencanaan kepada konsultan perencana tanpa ikut memberikan andil dalam proses perencanaan kebutuhan sistem organisasi. Faktor inilah yang menjadi salah satu kendala dalam proses implementasi Sistem Informasi Manajemen di instansi pemerintah. Di luar masalah SDM dan pemimpin organisasi yang tidak aware dengan IT.

Karena keberhasilan suatu produk sistem tidak hanya berdasarkan pada teknologi tinggi yang digunakan tapi sistem tersebut harus aplicable dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Bagaimana pendapat teman-teman?

9 thoughts on “Jika Perencanaan Tidak Sesuai Kebutuhan?

    • Perencanaan harus bisa mengakomodir kebutuhan organisasi, Namun banyak juga konsultan perencana IT yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan teknologi tinggi tanpa memahami kebutuhan detil organisasi

  1. iya mas…masih banyak loh instansi pemerintah yang masih belum aware atas pentingnya IT..
    meskipun konsultan IT sudah sepenuhnya membuat perangkat yang terbaik tapi ketika tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau bahkan tidak bisa digunakan jatuhnya ya jadi mubazir..
    mungkin yang masih dipentingkan adalah penyerapan anggarannya…
    tapi saya salut dengan beberapa pemerintah daerah yang sudah mulai aware dengan IT, itupun masih harus cukup memberikan bekal ke pegawainya…
    salam…

    • Iya semoga ke depan pemerintah lebih aware dengan IT dan berkomitmen untuk mengimplementasikan sistem IT dalam menunjang pengambilan kebijakan organisasi. Tidak hanya untuk kepentingan penyerapan anggaran semata🙂.

  2. sering kali teknologi tinggi belum sepenuhnya dibutuhkan oleh organisasi tersebut. Malah terkadang justru teknologi sederhana yang justru dibutuhkan. Paling terpenting dari semuanya adalah sebuah konsultan harus memahami banget kebutuhan si klien. Kalau dia tidak berhasil memahami kebutuhanklien berarti dia bukanlah sebuah perusahaan konsultan bro….
    Bagi saya kunci utama adalah di konsultan, bukan di perusahaan tersebut karena sering sekali kita menemukan bahwa mereka tidak sadar akan kebutuhannya sampai ada yang memberitahukannya

    • Peran konsultan sangat penting dibutuhkan dalam proses pengembangan sistem dalam suatu organisasi.Namun tentu saja konsultan yang profesional yang bisa menjadi fasilitator dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi sehingga sistem yang diimplmentasikan bisa menjadi solusi dan menunjang proses pengambilan keputusan manajemen.

  3. kalau jaman spt ini msh ada yg blom memahami IT terutama mereka mereka yg ada di instasi pemerintah susah juga ya, soalnya menurut org awam spt aku ini jadi memperlambat kerja, bukan hanya mereka tapi juga buat instasi lain

    • Mungkin kalau di negara maju IT sudah sangat familiar di organisasi manapun termasuk di instansi pemerintah. Namun di indonesia masih banyak instansi pemerintah yang enggan menggunakan IT bukan karena semata-mata tidak bisa menjalankannya tapi karena mereka tetap ingin mempertahankan budaya korupsi.Karena mereka tidak ingin semuanya transparan.Dan alasan inilah yang sering menjadi faktor utama kegagalan implementasi sistem di instansi pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s