Waktu Pekerjaan Tidak Rasional

Bagi perusahaan yang sering mengerjakan proyek-proyek di instansi pemerintah, mungkin pernah mengalami masalah dengan waktu penyelesaian pekerjaan yang tidak rasional. Misalnya saja untuk mendevelop suatu sistem tertentu hanya diberikan waktu 1 atau 2 bulan saja. Padahal untuk mengerjakan pekerjaan tersebut idealnya membutuhkan waktu misalnya sampai 6 bulan. Hal ini sering terjadi karena birokrasi pemerintah yang sangat kaku. Jika paket pekerjaan yang sudah dianggarkan ternyata tidak dilaksanakan, maka sudah pasti untuk pekerjaan serupa di tahun mendatang tidak akan mendapat persejutuan oleh pihak legislatif. Sementara di satu instansi terdapat beberapa paket pekerjaan yang proses pemeilihan rekanannya melalui proses tender yang juga membutuhkan waktu yang lama. Sehingga untuk paket-paket pekerjaan yang mendapat jatah tender terakhir biasanya waktunya tidak mencukupi. Karena pada bulan desember pekerjaan harus selesai dengan progress pekerjaan 100%.

Tantangan yang lumayan berat bagi penyedia barang/jasa adalah menyelesaikan pekerjaan yang melibatkan orang-orang di instansi tersebut. Misalnya seperti kegiatan pelatihan software untuk user atau operator. Walaupun kita sudah membuat schedule sedemikian rupa, biasanya pasti molor karena jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tidak sesuai dengan target yang harus dilatih. Sehingga harus mengalokasikan waktu tambahan.

Karena selain menyediakan software, penyedia barang/jasa juga berkewajiban untuk memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap sistem yang diimplementasikan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan untuk memastikan sistem berjalan dengan baik dan digunakan sesuai dengan SOP dan business process yang telah ditentukan.

Waktu penyelesaian pekerjaan menjadi salah satu pertimbangan bagi penyedia barang/jasa yang bergerak di bidang customize produk untuk memastikan kualitas produk sesuai dengan yang diharapkan. Bersikap jujur terhadap customer mutlak dilakukan. Jika harus berhadapan pada kondisi yang tidak realistis untuk diselesaikan. Maka kita perlu menyampaikan informasi dan pengertian apa adanya. Dari pada memberikan kesanggupan, sementara kita tidak mampu memenuhi sesuai dengan keinginan customer. Alih-alih mendapat repeat order, malah sebaliknya penyedia barang/jasa akan ditinggalkan oleh pelanggan setianya.

Bagaimana pendapat teman-teman ?

20 thoughts on “Waktu Pekerjaan Tidak Rasional

  1. mereka kan dibelenggu oleh tahun anggaran, jadi tahun anggaran berakhir, proyek harus sudah bisa dilaporkan, padahal biasanya dana anggaran molor cair😀

  2. Tapi biasanya kan proyek pemerintah itu dilelang/ditenderkan ya? Seharusnya perusahaan juga jujur di saat itu, apabila keberatan dengan alokasi waktu yang ditentukan, sebaiknya perusahaan tidak melakukan penawaran untuk menjalankan proyek itu. CMIIW🙂

    • Benar, pada saat melihat dokumen RKS kita sudah dapat melihat antara waktu yang sediakan dengan lingkup pekerjaan yang diminta. Kalau memang gak realistis untuk mengerjakannya mendingan tidak mengikutinya….

    • Benar mbak yunie…Kepercayaan customer sangat berarti bagi kesuksesan penyedia produk/jasa. Oleh karena itu kepercayaan customer harus dijaga dengan cara selalu meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ada…

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Aan Subhan…

    Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Saya sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.

    Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan saya lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.

    Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan saya dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.

    Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari saya Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.

    • Waalaikum salam bunda Siti….

      Sedih membaca koment perpisahan ini. Walaupun keputusan itu semuanya tergantung dari Bunda dan saya tidak punya kapasitas untuk mempertanyakan alasan mengenai keputusan tersebut.Dengan perpisahan ini tentu saja saya merasa kehilangan sosok Bunda yang selalu banyak memberikan pencerahan dan inspirasi di dunia maya dengan gaya penulisan yang sangat unik dengan para blogger lainnya. Semoga Allah meridhoi persahabatan yang telah terjalin selama ini.

      Semoga Bunda sekelurga selalu diberikan kemuliaan di dunia dan diakhirat…Amiin

      Salam Persahabata dari Jogjakarta…….

    • Pada prinsipnya di pemerintahan seperti itu, bagaimana pun kondisinya yang penting kegiatan yang sudah dianggarkan harus dilaksanakan dari pada dananya ditarik lagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s