Replace System

Fenomena mereplace system masih saja terjadi di beberapa organisasi,baik di institusi pemerintah maupun swasta.Tapi yang paling sering terjadi adalah di institusi pemerintah. Setiap terjadi pergantian pucuk pimpinan, maka sistem selalu dijadikan korban. Tidak peduli apakah sistem yang ada masih dimanfaatkan atau tidak, pokoknya harus dilakukan pembelian sistem yang baru. Kalau pun sudah berjalan dengan baik, maka akan dibiarkan mati secara perlahan-lahan. Supaya punya alasan yang kuat untuk melakukan replace system.

Dengan kekuasaan yang dimiliki ada banyak cara yang dilakukan agar sistem tidak berfungsi dengan baik. Karena setiap implementasi sistem pasti ada keterlibatan brainware di dalamnya. Maka dibuatlah kebijakan yang tidak mensupport brainware dalam operasional sistem.Misalnya dengan membuat kebijakan yang tidak melegalkan semua output dari sistem komputerisasi. Sementara data dan informasi yang dijadikan acuan adalah sistem manual. Dengan kebijakan tersebut, otomatis user atau pemakai sistem akan lebih memilih mengabaikan sistem komputerisasi karena percuma menggunakan sistem kalau toh yang legal dipakai adalah sistem manual.

Kenapa harus melakukan replace system yang sudah ada? Alasan yang paling mendasar adalah masalah uang. Dengan adanya pembelian baru, maka pimpinan tersebut berharap akan menggunakan kolega-koleganya untuk mengerjakan proyek tersebut. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut mempunyai kompetensi atau tidak. Selain itu, ada juga motif lain seperti gengsi melanjutkan program kerja atau pekerjaan dari pimpinan sebelumnya. Apapun yang dilakukan oleh pimpinan sebelumnya harus diganti. Supaya kehadirannya terkesan sebagai pahlawan penyelamat institusi atau organisasi.

Bagaimana menurut anda ?

Iklan