Kangen Ngeblog Lagi

Tak terasa, sudah setahun saya tidak lagi memposting di blog ini. Untung saja tidak sampai lupa password. Hari ini iseng buka blog, ternyata tiap hari ada saja yang datang mengunjungi blog in. Banyak comment yang terabaikan. Kepada semua teman-teman blogger mohon maaf atas coment-coment yang belum sempat terbalas.

Sehingga saya putuskan, berusaha untuk aktif kembali dan bersilahturahim lagi dengan teman-teman. Terima kasih atas semua comment dan masukannya semoga saya tetap konsisten mengupdate blog ini.

Kapan Birokrasi Mau Berbenah ?

Baru-baru ini saya dan tim sedang melakukan riset mengenai kebutuhan peralatan usaha-usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM di salah satu daerah. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka kami harus melakukan survey dan interview langsung terhadap pelaku usaha.

Namun sayangnya informasi mengenai sentra-sentra industri UMKM masih sulit kita dapatkan di dunia maya. Kalaupun ada hanya beberapa saja, itupun seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Akhirnya saya dan tim memutuskan untuk mencari data di kantor dinas perindustrian,perdagangan dan koperasi. Ternyata respon dari pihak dinas di luar dugaan kami, karena untuk mengakses informasi mengenai keberadaan sentra-sentra produksi UMKM prosedurnya tidak sesederhana itu. Kami diminta untuk mengajukan surat resmi terlebih dahulu ke dinas tersebut. Selanjutnya pihak dinas, baru akan mencari informasi yang kita butuhkan. Bukan mengakses informasi tapi masih dalam tahap mencari,belum lagi kalau data dan informasi yang tersedia sudah lama tidak diupdate. Padahal informasi seperti ini harusnya bisa dipublish di website dinas. Sehingga publik dengan mudah mengaksesnya.

Betapa tidak mudahnya kita melakukan riset di negeri ini. Informasi yang seharusnya bisa diakses dengan mudah oleh publik, baik melalui online maupun offline tapi harus melalui meja-meja birokrasi yang sarat dengan ketidakjelasan dan kepentingan. Apakah wajah birokrasi kita sudah sebanding dengan remunerasi yang diterima ?

Tawaran Menarik Dari Telkom

Kemarin siang saya mendapat telepon dari pihak telkom. Awalnya mereka menanyakan mengenai kendala atau masalah apa saja yang terjadi dengan layanan mereka selama ini. Baik pemakaian telepon dan juga akses layanan internet speedynya. Karena memang tidak ada masalah yang berarti, saya pun menjawabnya dengan diplomatis. “Kalau ada masalah, kami pasti akan menghubungi pihak telkom“. Ternyata mereka hanya sekedar basa-basi yang ujung-ujungnya menawarkan paket upgrade speedy dengan kecepatan 3 Mbps.

Berdasarkan informasi yang mereka sampaikan, bahwa untuk layanan upgrade speedy kecepatan 3 Mbps mendapatkan diskon besar-besaran yaitu sebesar Rp.1.000.000. Harga paket yang semula sebesar Rp. 1.695.000 menjadi hanya sebesar Rp.695.000. Artinya kami yang selama ini menggunakan paket 1 Mbps dengan biaya bulanan sebesar Rp. 645.000 dengan hanya menambah Rp.50.000 sudah bisa menikmati layanan internet speedy dengan kecepatan 3 kali lipat. Menariknya lagi layanan ini bukan bersifat promo yang mana berlaku untuk seterusnya.

Tawaran yang menarik memang sering membuat customer tidak berpikir panjang. Antara kebutuhan dan keinginan menjadi bias jika sudah dihadapkan pada potongan harga yang menggiurkan.

Demam Berdarah Mengamuk

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Jika tidak mendapat pertolongan dengan cepat, maka bisa menyebabkan kematian. Sudah sekitar 1 bulan ini penyakit ini mengamuk di daerah tempat saya tinggal. Dari sekitar 30an KK yang tinggal di RT saya, sudah ada 10 orang yang terjangkit penyakit demam berdarah. Mulai dari balita sampai orang dewasa. Sebenarnya kasus ini sudah kami laporkan ke layanan kesehatan terdekat. Dan tim dari puskesmas sudah sempat survey. Namun sampai saat ini belum ada langkah-langkah kongkret dari pemerintah setempat untuk merespon kasus ini.

Selain menjaga rumah dan lingkungan agar tetap bersih dan sehat, adakah upaya-upaya lain yang harus dilakukan untuk membasmi penyakit demam berdarah ini? Bagi teman-teman yang punya pengalaman atau pemerhati di bidang kesehatan minta saran dan masukannya?

Spritual Company

Judul tulisan ini mungkin tidak begitu pas. Tapi itulah gambaran yang saya rasakan selama hampir sebulan ini. di posting sebelumnya saya sudah ceritakan kalau saya sekarang memasuki lingkungan kerja baru. Lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat kerja saya  sebelumnya. Di sini tidak diperbolehkan merokok baik dari level terendah sampai direktur. Waktu istirahat siang mengikuti waktu shalat dzuhur jadi bukan nunggu jam 12 siang. Jika waktu adzhan tiba maka semua operasional perusahaan terhenti dan semua wajib shalat berjamaah di mesjid. Demikian pula pada saat shalat ashar, maka operasional semua berhenti dan semua wajib shalat berjamaah di mesjid.

Selain itu setiap karyawan di semua level wajib mengikuti kajian selama 3 x 45 menit dalam seminggu. Kajian yang terdiri dari 45 menit belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an (kelas), 45 menit kajian (kelas), dan 45 menit kajian umum. Mungkin bagi lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren, kegiatan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagi perusahaan tentu saja budaya seperti ini terbilang langkah.

Padahal kita sering mendengar keluhan beberapa saudara kita yang hanya untuk melaksanakan shalat jum’at saja harus mencuri-curi waktu, apalagi untuk kepentingan shalat berjama’ah. Produktifitas dan waktu menjadi salah satu alasan perusahaan. Semoga para pimpinan perusahaan atau organisasi bisa memberikan kebebasan kepada karyawannya dalam menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Siapa tau karena doa karyawan, menjadikan perusahaan tetap survive dan berkembang.

Birokrasi BPN

Kemarin siang untuk pertama kalinya saya berurusan dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah lebih dari 1 bulan proses peningkatan hak guna bangunan menjadi hak milik akhirnya selesai juga. Sebenarnya waktu yang dibutuhkan hanya sebentar sekali. Dengan menunjukan KTP dan memberitahukan ke petugas loket bahwa saya yang ikut program One Day Service (ODS). Kemudian saya tanda tangan kwitansi. Tidak lebih dari 5 menit berkas sertipikat sudah di tangan. Namun ada yang menarik perhatian saya, karena di mana-mana tulisan “anti korupsi” terpasang di beberapa tempat. Selain itu ada juga tulisan “dilarang membayar lebih dan tidak menggunakan calo” di depan beberapa conter layanan.

Setahu saya BPN merupakan salah satu dari sekian banyak instansi pemerintah yang terkenal dengan budaya korupsinya. Budaya yang birokratis dan memperpanjang waktu adalah satu cara yang dilakukan oleh petugas, agar uang bisa mengalir ke kantong. Karena tidak semua orang mau bersabar dengan birokrasi yang mereka tentukan. Untuk mempercepat proses, maka salah satu caranya adalah dengan memberikan uang lebih kepada petugas. Berdasarkan informasi dari tetangga saya yang kebutulan orang BPN dan melihat pelayanan yang diberikan ternyata mereka sudah mulai berbenah. Pelayanan sudah mulai ditingkatkan, mereka menyediakan nomor pengaduan, jika ada oknum petugas yang meminta uang lebih. Salah satu yang menarik adalah setiap minggu mereka menyelenggarakan program One Day Service (ODS). yang biasanya berbulan-bulan dokumen bisa selesai hanya dalam waktu 1 hari.

Semoga ke depan semua instansi pemerintah mau berbenah, tidak ada yang tidak mungkin asal kita semua mau berubah.

Lingkungan Baru

Tepatnya akhir maret 2013 kemarin saya secara resmi meninggalkan tempat kerja yang lama. Dan sudah 2 minggu ini saya memasuki lingkungan baru. Lingkungan kerja yang tentu saja berbeda dengan sebelumnya. Waktu 8 tahun merupakan waktu yang tidak singkat dalam meniti karir. Banyak cerita dan kesan yang tercipta di sana. Walaupun tidak sedikit pihak yang menentang keputusan ini, tapi ini sudah menjadi keputusan final yang harus saya lakukan.

Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini sudah banyak membantu saya dalam berkarir. Kepada semua partner dan mitra kerja yang mungkin tidak sempat saya informasikan semuanya, saya mengucapkan mohon maaf. Semoga kita semua diberikan jalan terbaik Aamiin….