Ikan Kuah Asam

Bagi anda pecinta ikan laut tidak ada salahnya mencoba ikan kuah asam.Masakan dari ikan laut ini merupakan seafood khas NTT. Ikan kuah asam berbeda seperti sup ikan yang biasa kita temui di beberapa daerah lainnya. Ikan kuah asam rasanya agak asam, warna kuahnya kuning, dan tidak bersantan.

Ikan Kuah Asam

Untuk menikmati ikan kuah asam di kota kupang anda bisa mengunjungi Depot Pesisir yang terletak di Jl.Timor Raya Kelapa Lima Kota Kupang. Warung makan sederhana ini terletak di depan Hotel Aston. Walaupun sederhana, Depot ini telah dikunjungi oleh beberapa tokoh nasional. Mulai dari bupati, menteri, politisi sampai dengan artis.

Depot Pesisir

Beberapa menu masakan yang ditawarkan seperti nasi campur, ikan bakar, udang bakar, cumi bakar dan kuah ikan asam. Dari sekian menu yang ada yang paling pavorit adalah menu ikan kuah asam.

Kalau anda ingin menikmati masakan laut dengan sensasi yang berbeda, ikan kuah asam salah satu yang harus anda coba.

Selamat menikmati.!

Potret Petani Indonesia

Selain di kota kupang petualangan ke NTT kali ini, lebih seru karena berkesempatan mengunjungi kota larantuka. Larantuka merupakan kota terujung di daratan pulau flores. Kunjungan ke Larantuka melengkapi perjalanan saya menjelajahi kabupaten di pulau flores. Sebelumnya saya berkesempatan mengunjungi kota labuang bajo, bajawa, ruteng, ende,maumere, dan lewoleba.

Bandar Udara Larantuka

Larantuka merupakan ibu kota kabupaten di flores timur. Untuk ke larantuka kita menempuh perjalanan dengan pesawat sekitar 45 menit dari kupang. Jadwal penerbangan dari dan ke kota kupang sebanyak dua kali setiap harinya.

Selama di larantuka saya mengunjungi beberapa desa untuk melihat potensi alam yang ada di daerah tersebut. Beberapa komuditi unggulan seperti kelapa, kopi, jambu mente,lada, vanili, jagung, dan kelor. Bahkan bahan baku kelor merupakan salah satu yang terbaik di indonesia

Namun sayang, melimpahnya sumber daya alam yang ada, masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hampir semua pengolahan produk dilakukan di luar daerah. Beberapa harga komuditi unggulan daerah dijual dengan harga sangat murah. Harga komuditi pun, ditentukan oleh tengkulak atau pengepul. Petani hanya bisa pasrah. Tidak punya pilihan. Itulah sebagian potret petani indonesia.

Diperlukan langkah revolusioner dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Sudah saatnya petani indonesia berjaya.

Taman Laut Handayani

Kalau anda pergi ke kota kupang NTT, jangan lupa menikmati kuliner ikan laut. Ikan laut di daerah ini masih fresh dan enak. Di kota ini banyak rumah makan dan restoran yang menjual masakan laut.

Taman Laut Resto

Salah satu resto yang menjual masakan laut adalah Taman Laut Handayani. Resto seafood ini berada di Jl. Timor Raya, Kelapa Lima Kota Kupang. Lokasinya cukup strategis. Sangat dekat dengan beberapa hotel. Bersebelahan dengan Hotel On The Rock, sekitar 100 meter dari Hotel Aston dan berjarak 350 meter dari M-Hotel kupang.

Selain ikan ada beberapa seafood yang ditawarkan seperti udang, cumi, dan juga kepiting. Masakan lautnya fresh dan enak. Biasanya pengunjung akan ramai ketika menjelang sore dan malam hari. Menyantap masakan laut dengan view menghadap ke laut merupakan kenikmatan tersendiri.

Bagi anda pecinta seafood, Taman Laut Handayani bisa menjadi salah satu referensi untuk menikmati sensasi masakan seafood yang fresh dengan pemandangan laut yang indah.

Kangen Ngeblog Lagi

Tak terasa, sudah setahun saya tidak lagi memposting di blog ini. Untung saja tidak sampai lupa password. Hari ini iseng buka blog, ternyata tiap hari ada saja yang datang mengunjungi blog ini. Banyak comment yang terabaikan. Kepada semua teman-teman blogger mohon maaf atas coment-coment yang belum sempat terbalas.

Sehingga saya putuskan, berusaha untuk aktif kembali dan bersilahturahim lagi dengan teman-teman. Terima kasih atas semua comment dan masukannya semoga saya tetap konsisten mengupdate blog ini.

Kapan Birokrasi Mau Berbenah ?

Baru-baru ini saya dan tim sedang melakukan riset mengenai kebutuhan peralatan usaha-usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM di salah satu daerah. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka kami harus melakukan survey dan interview langsung terhadap pelaku usaha.

Namun sayangnya informasi mengenai sentra-sentra industri UMKM masih sulit kita dapatkan di dunia maya. Kalaupun ada hanya beberapa saja, itupun seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Akhirnya saya dan tim memutuskan untuk mencari data di kantor dinas perindustrian,perdagangan dan koperasi. Ternyata respon dari pihak dinas di luar dugaan kami, karena untuk mengakses informasi mengenai keberadaan sentra-sentra produksi UMKM prosedurnya tidak sesederhana itu. Kami diminta untuk mengajukan surat resmi terlebih dahulu ke dinas tersebut. Selanjutnya pihak dinas, baru akan mencari informasi yang kita butuhkan. Bukan mengakses informasi tapi masih dalam tahap mencari,belum lagi kalau data dan informasi yang tersedia sudah lama tidak diupdate. Padahal informasi seperti ini harusnya bisa dipublish di website dinas. Sehingga publik dengan mudah mengaksesnya.

Betapa tidak mudahnya kita melakukan riset di negeri ini. Informasi yang seharusnya bisa diakses dengan mudah oleh publik, baik melalui online maupun offline tapi harus melalui meja-meja birokrasi yang sarat dengan ketidakjelasan dan kepentingan. Apakah wajah birokrasi kita sudah sebanding dengan remunerasi yang diterima ?