Blog Dilombakan Di Sekolah

Beberapa hari lalu, tetangga saya yang masih duduk di bangku SMU tanya-tanya mengenai dunia blog. Setelah diskusi sebentar, akhirnya dia cerita kalau saat ini dia sedang mengikuti lomba blog di sekolahnya. Saya agak kaget juga, karena blog juga di lombakan di dunia pendidikan setingkat SMU. Selain belajar teknologi informasi, tentu saja siswa mulai belajar dunia tulis menulis.

Dengan adanya lomba blog semacam ini, diharapkan siswa mulai memanfatkan blog dalam menunjang aktivitas belajar. Karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan dengan blog. Tidak sedikit kisah sukses para blogger-blogger muda bahkan yang masih berstatus sebagai siswa SD yang sudah memanfaatkan blog untuk mengais rezeki.Walaupun tujuan ngeblog tidak semata-mata untuk mencari uang.

Semoga ajang seperti ini tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah favorit, namun bisa masuk ke sekolah-sekolah di pelosok negeri. Saya yakin banyak sekali anak-anak muda indonesia yang berbakat yang kaya akan ide dan kreatifitas.

Bagaimana pendapat teman-teman ketika blog diajarkan atau dilombakan di sekolah?

Iklan

Layanan di Luar Jam Kerja

Keberadaan penjualan secara online semakin memudahkan kita dalam berbelanja. Bagi orang-orang yang tidak punya waktu luang, berbelanja melalui media online merupakan salah satu solusi yang tepat. Selain mudah dan praktis, bertransaksi melalui dunia maya ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asalkan bisa terkoneksi dengan internet. khususnya bagi customer yang berbelanja pada webstore-webstore yang sudah full e-commerce, yang mana melakukan penjualan dan support sistem selama 24 jam dan tidak mengenal hari libur.

Lain halnya dengan pebisnis online yang masih melayani penjulan online dan offline?. Disatu sisi pemasaran online tetap bekerja selama 24 jam, namun supportnya hanya bisa dilayani pada jam kerja. Padahal tidak sedikit dari calon customer yang ingin bertransaksi pada hari-hari libur atau diluar jam kerja.

Menurut teman-teman apakah anda lebih senang bertransaksi online pada hari libur dan di luar jam kerja atau pada saat jam kerja?

Transaksi Online

Beberapa waktu yang lalu salah satu calon customer kami terpaksa mengurungkan transaksi pembeliannya. Karena sistem pembayaran yang kami terapkan mensyaratkan uang muka pada saat pemesanan produk. Di satu sisi, customer menginginkan produk dikirim dulu. Setelah produk diterima baru akan melakukan proses pembayaran. Setelah saya diskusi dengan calon customer tersebut, ternyata yang bersangkutan punya pengalaman buruk dengan transaksi online. Setelah uang ditransfer ternyata produk yang dipesan tidak kunjung tiba.

Praktek semacam ini ternyata masih saja terjadi di duni maya. Sebenarnya banyak tools pembayaran yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kejadian seperti ini. Sayangnya tidak semua orang familiar dan mau melakukan transaksi dengan tools pembayaran yang tersedia.

Integritas dan kejujuran dalam transaksi online sangat penting. Dalam dunia bisnis, tidak bisa hanya memikirkan keuntungan sesaat. Namun harus membangun kepercayaan dengan semua stakeholder. Bagaimana pendapat teman-teman? ada yang punya pengalaman serupa?

YM di BB Bermasalah

Kemarin saya mengupgrade aplikasi Yahoo! Messenger (YM) yang ada di BB. Setelah proses upgrade aplikasi selesai, saya langsung login ke YM. Berkali-kali saya login tetap saja tidak berhasil . Yang muncul “Invalid Yahoo! ID or Password”. Saya pikir mungkin ada kesalahan ketik pada password saya. Akhirnya saya ketikkan password di aplikasi lain selanjutnya dicopy paste. Dengan cara ini pun tetap saja tidak berhasil. Kemudian saya coba login di laptop,ternyata tidak ada masalah. Awalnya saya menduga aplikasi YMnya yang bermasalah. Sehingga beberapa kali saya melakukan install ulang dan restart, namun hasilnya tetap tidak bisa login.

Hingga hari ini saya masih belum bisa menikmati layanan Yahoo! Messenger (YM) via BB. Walaupun layanan ini tidak wajib saya gunakan tiap hari, Namun tetap saja saya membutuhkannya. Semoga saja kualitas layanan BB yang menurun,bukan karena hengkangnya beberapa  petinggi RIM :).

Pernahkah teman-teman mengalami hal serupa?

Waktu Blogwalking

Walaupun latar belakang keberadaan blog sederhana ini bukan untuk mendapatkan pengunjung yang banyak. Dimana keberadaannya hanya dijadikan sebagai sarana untuk mengasah kemampuan menulis.Ada tidaknya pengunjung blog bukan menjadi ukuran yang penting tetap belajar menulis. Nah salah satu sarana yang paling mudah dan murah dalam belajar menulis adalah dengan cara ngeblog.Namun ada hal yang menarik perhatian saya mengenai statistik pengunjung blog ini. Setiap hari libur,trend pengunjung blog ternyata menurun dan kemudian baru akan mulai bertambah di hari senin.

Dari data ini saya berkesimpulan bahwa, ternyata banyak blogger yang melakukan kegiatan blogwalking di hari-hari kerja. Saya tidak tahu apakah karena banyak blogger yang berstatus profesional atau pekerja kantoran? Dimana memang hari libur benar-benar dimanfaatkan hanya untuk keluarga atau liburan.Seperti halnya saya yang jarang sekali melakukan posting atau blogwalking di hari libur. Hari libur paling-paling hanya sebatas browsing via smartphone tapi bukan untuk kegiatan update blog maupun blogwalking.

Bagaimana dengan pengunjung blog anda?

Pentingnya komitmen

Kemarin saya memberikan presentasi untuk produk IT di salah satu corporate di Kulon Progo. Karena terlanjur sudah janji, maka harus ditepati. Padahal kondisi badan saya sedang tidak fit. Sebenarnya bisa saja saya mereschedule kegiatan tersebut dengan alasan nggak enak badan.  Kerongkongan terasa nggak enak banget. Karena hanya masalah batuk dan tenggorokan yang terasa sakit saya pikir bukan suatu kendala yang berarti. So tetap memberikan presentasi walaupun dengan suara yang tidak begitu jelas. Suara yang keluar mirip-mirip seperti suara robot. Bahkan beberapa orang yang menelpon saya dikirain salah sambung dan selalu menanyakan kebenaran yang menerima telpon :).

Idealnya kalau memberikan materi tentu saja dengan kondisi yang benar-benar fit dan bugar. Namun kalau udah terlanjur janjian gimana lagi ya harus dipenuhi.  Untuk meminimalisir mengeluarkan energi suara yang banyak. Maka saya minta peserta untuk berdiskusi, supaya saya tidak terlalu banyak memberikan penjelasan. Saya meminta perwakilan setiap unit kerja atau departemen yang ada untuk menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi secara detil. Kemudian saya memberikan jawaban atas permasalahan yang mereka sampaikan dengan demo presentasi dan ditambah dengan sedikit penjelasan. Ternyata strategi seperti itu cukup berhasil.Bahkan diantara peserta diskusi bisa saling membantu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi peserta lainnya.

Kadang-kadang kita hanya perlu menjadi pendengar yang baik untuk menghasilkan solusi terbaik.

Jika kita masih bersedia memenuhi komitmen kita pada saat kondisi yang kurang kondusif pun, bukankah akan menjadi value added tersendiri di benak customer atau pihak lain? Kalau menurut teman-teman sebaiknya mereschedule kegiatan sampai anda benar-benar bugar atau tetap menepati janji anda walaupun dengan kondisi yang kurang kondusif?

Replace System

Fenomena mereplace system masih saja terjadi di beberapa organisasi,baik di institusi pemerintah maupun swasta.Tapi yang paling sering terjadi adalah di institusi pemerintah. Setiap terjadi pergantian pucuk pimpinan, maka sistem selalu dijadikan korban. Tidak peduli apakah sistem yang ada masih dimanfaatkan atau tidak, pokoknya harus dilakukan pembelian sistem yang baru. Kalau pun sudah berjalan dengan baik, maka akan dibiarkan mati secara perlahan-lahan. Supaya punya alasan yang kuat untuk melakukan replace system.

Dengan kekuasaan yang dimiliki ada banyak cara yang dilakukan agar sistem tidak berfungsi dengan baik. Karena setiap implementasi sistem pasti ada keterlibatan brainware di dalamnya. Maka dibuatlah kebijakan yang tidak mensupport brainware dalam operasional sistem.Misalnya dengan membuat kebijakan yang tidak melegalkan semua output dari sistem komputerisasi. Sementara data dan informasi yang dijadikan acuan adalah sistem manual. Dengan kebijakan tersebut, otomatis user atau pemakai sistem akan lebih memilih mengabaikan sistem komputerisasi karena percuma menggunakan sistem kalau toh yang legal dipakai adalah sistem manual.

Kenapa harus melakukan replace system yang sudah ada? Alasan yang paling mendasar adalah masalah uang. Dengan adanya pembelian baru, maka pimpinan tersebut berharap akan menggunakan kolega-koleganya untuk mengerjakan proyek tersebut. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut mempunyai kompetensi atau tidak. Selain itu, ada juga motif lain seperti gengsi melanjutkan program kerja atau pekerjaan dari pimpinan sebelumnya. Apapun yang dilakukan oleh pimpinan sebelumnya harus diganti. Supaya kehadirannya terkesan sebagai pahlawan penyelamat institusi atau organisasi.

Bagaimana menurut anda ?