Bangun Optimisme Di Tengah Pandemi

Dampak pandemi tidak hanya dirasakan di indonesia. Namun seluruh dunia. Hampir semua sektor terdampak. Sektor kesehatan dan ekononomi merupakan dua hal yang menjadi perhatian serius hampir seluruh dunia.

Media membanjiri kita dengan informasi negatif. Termasuk berkaitan dengan dampak pandemi. Dan kita semua punya pilihan setiap harinya. Apakah kita fokus pada dampak buruk. Atau dampak positif dari pandemi ini?

Langkah sederhana yang kita lakukan adalah fokus pada informasi positif. Ada begitu banyak hal yang positif yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal yang bisa kita syukuri setiap harinya.

Kita harus dapat melihat sisi positif dari apa yang terjadi. Prilaku masyarakat mulai berubah. Behavior konsumen mengalami perubahan. Landskip dunia usaha berubah. Pendidikan mengalami perubahan. Semuanya berubah.

Ada banyak peluang yang terjadi. Banyak bisnis yang tumbuh. Ada banyak perusahaan yang ekspansi. Nilai valuasi perusahaan tumbuh. Banyak kesuksesan yang terjadi.

Diperlukan optimisme. Dengan optimis kita dapat berpikir terbuka. Optimisme mendatangkan solusi kreatif dalam menyelesaikan masalah.

Fokuskan energi kita hanya pada hal positif. Optimis memandang dunia dengan melihat kesempatan. Ketika kita optimis, kita akan lebih inovatif. Optimis melahirkan energi magnet yang dapat menarik optimis lain.

Jangan lupa optimis hari ini. Apapun yang terjadi! Anda siap?

Kisah Seorang Penjaga Mesjid

Setelah melakukan shalat di salah satu mesjid kampus di yogyakarta, saya kemudian duduk santai di serambi mesjid. Salah seorang jamaah menghampiri saya dan kami pun bersalaman. Singkat cerita beliau mulai memperkenalkan diri bahwa beliau adalah penjaga di mesjid kampus tersebut. Beliau sudah bekerja menjadi penjaga mesjid tersebut selama 16 tahun dengan gaji terakhir 300 ribu/bulan. beliau bilang “Ini masih mending dibandingkan dengan saat pertama kali beliau bekerja yang hanya di gaji 75 ribu/bulan”.

Bagi kebanyakan orang, gaji sebesar itu sangat tidak masuk akal untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi karena dikerjakan dengan tulus dan iklas beliau tidak menampakan sikap yang penuh dengan keluh kesah.

Bahkan beliau sangat bersyukur dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadanya. Saat ini anak pertama beliau sebentar lagi diwisuda dan sudah bekerja. Untuk pendidikan anak pertamanya, beliau tidak lagi memikirkan masalah biaya karena anaknya berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari kampus. Bahkan sudah ada tawaran untuk melanjutkan pendidikan pascasarjananya dengan beasiswa dari kampus yang sama.

Sementara anak kedua beliau, saat ini masih duduk di bangku SMA dan sudah mulai mencari uang sendiri dengan menjadi guru les privat.

Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,agar senantiasa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki saat ini.

Terima kasih pak penjaga mesjid yang sudah memberikan inspirasi dan hikmah yang luar biasa.

Melatih Kreatifitas?

Salah satu cara untuk melatih berfikir kreatif adalah dengan berhenti dari rutinitas.Kebanyakan orang sering terlena dengan rutinitas yang menoton. Dari bangun pagi sampai tidur lagi tetap melakukan kebiasan yang sama setiap harinya. Padahal kebiasaan yang menoton berpotensi membuat orang cepat bosan. Apalagi Jika dilakukan tanpa disertai dengan semangat yang membara, maka sudah pasti hasilnya tidak maksimal.

Disetiap meeting saya sering mengajukan beberapa hal yang selama ini tidak pernah dilakukan oleh perusahaan. Namun kebanyakan orang tidak berani berfikir Out Of The Box. Banyak ketakutan yang muncul jika meninggalkan zona nyaman yang sudah berjalan selama ini. Resiko merupakan salah satu hal yang paling dihindari. Bukankah setiap persoalan pasti ada resiko dan konsekuensinya?

Kita bisa melatih berfikir kreatif dengan melakukan hal-hal baru, mulai dari yang paling sederhana, misalnya :

  1. Memakai jam di tangan kanan
  2. Berangkat dan pulang kerja dengan rute yang berbeda
  3. Memakai pakaian yang berbeda ke kantor misalnya menggunakan celana jeans dan baju kaos (tidak dianjurkan untuk PNS karena bisa langsung dipecat oleh atasan)
  4. Memilih olahraga yang menantang
  5. Menggunakan sepeda ontel atau naik kendaraan umum ke kantor
  6. dll
Jangan takut untuk berbeda karena inovasi spektakuler selalu berasal dari ide-ide yang dianggap irasional oleh kebanyakan orang.

Kekuatan Mimpi

Hari minggu kemarin, tanpa sengaja saya menemukan buku tulis yang sudah agak usang di lemari pakaian. Agak aneh juga nih, kok ada buku di dalam lemari pakaian, gumam saya dalam hati. Karena penasaran, saya pun mencoba membuka-buka buku tulis tersebut.

Betapa kagetnya saya, ketika membolak balikkan halaman per halaman buku tersebut. Tepat di halaman tengah buku itu saya menemukan beberapa baris tulisan tangan. Tentu saja saya sangat mengenali tulisan tangan tersebut, karena tulisan saya sendiri. Dan baru sadar kalau pada tahun 2006 yang lalu, saya menuliskan keinginan dan mimpi saya setelah membaca bukunya “The Secreet” Karya Rhonda Byrne.  Lucunya setelah saya  menulis mimpi indah itu, saya tidak lagi membacanya, apalagi sampai memikirkannya.

Saya begitu terharu karena hampir semua mimpi yang saya tulis tersebut sekarang sudah tercapai. Bahkan ada  yang  tahun dan bulan pencapaiannya sesuai dengan yang saya tulis. Walaupun ada yang belum tercapai dan ada juga yang on progress.

Betapa besarnya kekuatan mimpi. Mulai sekarang, jangan takut untuk bermimpi apapun mimpi tersebut. Rasional atau tidak mimpi tersebut, jangan sampai menghalangi kita untuk bermimpi yang besar. Hati-hatilah dengan mimpi kita..! Jangan sampai mempunyai  impian yang negatif. karena suatu saat bisa menjadi kenyataan.  Yang penting jangan hidup hanya untuk MIMPI……!!

Selamat Bermimpi Indah….!!

 

 

Aktivitas setelah pensiun?

Saya baru saja dihubungi oleh kenalan yang kebutulan adalah  pejabat di salah satu  institusi klient kami, yang  sebentar lagi akan  memasuki masa pensiun. Beliau sedang berada di yogyakarta bersama istrinya untuk keperluan berbelanja barang dagangan. Rupanya beliau sedang mempersiapkan usaha busana di daerahnya.

Banyak orang yang membayangkan pensiun adalah berhenti dari segala macam aktivitas dan menikmati hari tua bersama keluarga tercinta  yang mungkin selama ini sering dinomorduakan oleh aktivitas kerjaan.

Terlepas dari masalah keuangan,hobi,dsb ternyata orang yang sudah tua pun masih bersemangat untuk berwirausaha. Sementara disatu sisi masih banyak anak muda yang berlomba-lomba mengejar PNS bahkan rela mengeluarkan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah agar bisa  menjadi abdi negara.  Mereka lebih memilih menjadi PNS dengan alasan pendapatan yang sudah pasti dan aman. sementara menjadi wirausaha penuh dengan ketidakpastian dan penuh tantangan.

Sebelum kita memasuki masa pensiun akan lebih baik kita mempersiapkan diri untuk menjadi wirausaha. Syukur-syukur usaha yang kita rintis sudah sukses sebelum kita memasuki usia pensiun..Amiin..