Transaksi Online

Beberapa waktu yang lalu salah satu calon customer kami terpaksa mengurungkan transaksi pembeliannya. Karena sistem pembayaran yang kami terapkan mensyaratkan uang muka pada saat pemesanan produk. Di satu sisi, customer menginginkan produk dikirim dulu. Setelah produk diterima baru akan melakukan proses pembayaran. Setelah saya diskusi dengan calon customer tersebut, ternyata yang bersangkutan punya pengalaman buruk dengan transaksi online. Setelah uang ditransfer ternyata produk yang dipesan tidak kunjung tiba.

Praktek semacam ini ternyata masih saja terjadi di duni maya. Sebenarnya banyak tools pembayaran yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kejadian seperti ini. Sayangnya tidak semua orang familiar dan mau melakukan transaksi dengan tools pembayaran yang tersedia.

Integritas dan kejujuran dalam transaksi online sangat penting. Dalam dunia bisnis, tidak bisa hanya memikirkan keuntungan sesaat. Namun harus membangun kepercayaan dengan semua stakeholder. Bagaimana pendapat teman-teman? ada yang punya pengalaman serupa?

Iklan

Demam Berdarah Mengamuk

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Jika tidak mendapat pertolongan dengan cepat, maka bisa menyebabkan kematian. Sudah sekitar 1 bulan ini penyakit ini mengamuk di daerah tempat saya tinggal. Dari sekitar 30an KK yang tinggal di RT saya, sudah ada 10 orang yang terjangkit penyakit demam berdarah. Mulai dari balita sampai orang dewasa. Sebenarnya kasus ini sudah kami laporkan ke layanan kesehatan terdekat. Dan tim dari puskesmas sudah sempat survey. Namun sampai saat ini belum ada langkah-langkah kongkret dari pemerintah setempat untuk merespon kasus ini.

Selain menjaga rumah dan lingkungan agar tetap bersih dan sehat, adakah upaya-upaya lain yang harus dilakukan untuk membasmi penyakit demam berdarah ini? Bagi teman-teman yang punya pengalaman atau pemerhati di bidang kesehatan minta saran dan masukannya?

Spritual Company

Judul tulisan ini mungkin tidak begitu pas. Tapi itulah gambaran yang saya rasakan selama hampir sebulan ini. di posting sebelumnya saya sudah ceritakan kalau saya sekarang memasuki lingkungan kerja baru. Lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat kerja saya  sebelumnya. Di sini tidak diperbolehkan merokok baik dari level terendah sampai direktur. Waktu istirahat siang mengikuti waktu shalat dzuhur jadi bukan nunggu jam 12 siang. Jika waktu adzhan tiba maka semua operasional perusahaan terhenti dan semua wajib shalat berjamaah di mesjid. Demikian pula pada saat shalat ashar, maka operasional semua berhenti dan semua wajib shalat berjamaah di mesjid.

Selain itu setiap karyawan di semua level wajib mengikuti kajian selama 3 x 45 menit dalam seminggu. Kajian yang terdiri dari 45 menit belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an (kelas), 45 menit kajian (kelas), dan 45 menit kajian umum. Mungkin bagi lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren, kegiatan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagi perusahaan tentu saja budaya seperti ini terbilang langkah.

Padahal kita sering mendengar keluhan beberapa saudara kita yang hanya untuk melaksanakan shalat jum’at saja harus mencuri-curi waktu, apalagi untuk kepentingan shalat berjama’ah. Produktifitas dan waktu menjadi salah satu alasan perusahaan. Semoga para pimpinan perusahaan atau organisasi bisa memberikan kebebasan kepada karyawannya dalam menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Siapa tau karena doa karyawan, menjadikan perusahaan tetap survive dan berkembang.

Birokrasi BPN

Kemarin siang untuk pertama kalinya saya berurusan dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah lebih dari 1 bulan proses peningkatan hak guna bangunan menjadi hak milik akhirnya selesai juga. Sebenarnya waktu yang dibutuhkan hanya sebentar sekali. Dengan menunjukan KTP dan memberitahukan ke petugas loket bahwa saya yang ikut program One Day Service (ODS). Kemudian saya tanda tangan kwitansi. Tidak lebih dari 5 menit berkas sertipikat sudah di tangan. Namun ada yang menarik perhatian saya, karena di mana-mana tulisan “anti korupsi” terpasang di beberapa tempat. Selain itu ada juga tulisan “dilarang membayar lebih dan tidak menggunakan calo” di depan beberapa conter layanan.

Setahu saya BPN merupakan salah satu dari sekian banyak instansi pemerintah yang terkenal dengan budaya korupsinya. Budaya yang birokratis dan memperpanjang waktu adalah satu cara yang dilakukan oleh petugas, agar uang bisa mengalir ke kantong. Karena tidak semua orang mau bersabar dengan birokrasi yang mereka tentukan. Untuk mempercepat proses, maka salah satu caranya adalah dengan memberikan uang lebih kepada petugas. Berdasarkan informasi dari tetangga saya yang kebutulan orang BPN dan melihat pelayanan yang diberikan ternyata mereka sudah mulai berbenah. Pelayanan sudah mulai ditingkatkan, mereka menyediakan nomor pengaduan, jika ada oknum petugas yang meminta uang lebih. Salah satu yang menarik adalah setiap minggu mereka menyelenggarakan program One Day Service (ODS). yang biasanya berbulan-bulan dokumen bisa selesai hanya dalam waktu 1 hari.

Semoga ke depan semua instansi pemerintah mau berbenah, tidak ada yang tidak mungkin asal kita semua mau berubah.

Lingkungan Baru

Tepatnya akhir maret 2013 kemarin saya secara resmi meninggalkan tempat kerja yang lama. Dan sudah 2 minggu ini saya memasuki lingkungan baru. Lingkungan kerja yang tentu saja berbeda dengan sebelumnya. Waktu 8 tahun merupakan waktu yang tidak singkat dalam meniti karir. Banyak cerita dan kesan yang tercipta di sana. Walaupun tidak sedikit pihak yang menentang keputusan ini, tapi ini sudah menjadi keputusan final yang harus saya lakukan.

Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini sudah banyak membantu saya dalam berkarir. Kepada semua partner dan mitra kerja yang mungkin tidak sempat saya informasikan semuanya, saya mengucapkan mohon maaf. Semoga kita semua diberikan jalan terbaik Aamiin….

IMB Hilang

Beberapa minggu yang lalu di perumahan tempat saya tinggal mendapat bantuan dari pemerintah untuk proses peningkatan status Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Serpikat Hak Milik (SHM). Bagi warga yang rumahnya masih berstatus SHGB diberikan bantuan dalam proses peningkatan hak menjadi SHM. Karena ini program kolektif, maka biayanya sangat murah dibandingkan dengan pengurusan melalui notaris. Selain itu, pengurusan berkas-berkas cukup diserahkan di RT, jadi tidak perlu keluar masuk instansi. Sebagai warga yang status rumahnya masih SHGB, saya pun ikut mendaftar dalam program tersebut. Setelah mendapat formulir dan persyaratan yang harus dilampirkan, ternyata ada satu syarat yang belum bisa dipenuhi yaitu IMB. Karena memang IMB rumah saya masih belum ketemu/hilang. Upaya pencarian sudah dilakukan, namun masih belum ketemu juga :).

Setelah berkonsultasi dengan pegawai BPN, saya disarankan untuk melaporkan ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan. Karena berkas sudah harus diserahkan paling lambat minggu ini, tadi pagi saya bergegas meluncur ke Kantor DPU&P. Di kantor PU&P kita cukup melaporkan identitas pemegang IMB,alamat perumahan dan tahun dikeluarkannya IMB yang hilang tersebut. Nampaknya berkas tersebut harus dicari secara manual. Sehingga saya harus pulang dengan tangan hampa dan harus menunggu konfirmasi dari petugas.

Di era teknologi informasi yang demikian pesatnya, ternyata masih saja ada instansi yang belum memanfaatkan teknologi informasi. Tidak bisa dibayangkan betapa susahnya melacak IMB untuk satu kabupaten/kota jika masih menggunakan proses pencarian berkas secara manual. Kalau saja sudah menggunakan sistem, maka saat itu juga kita mendapatkan informasi tentang keberadaan IMB tersebut. Tidak harus menunggu proses pencarian oleh petugas yang entah membutuhkan waktu berapa lama?.

Dengan tidak adanya sistem, maka potensi terjadinya korupsi di instansi pemerintah masih sangat besar. Karena tidak adanya sistem yang mengontrol kinerja birokrasi. Bagaimana pendapat teman-teman? adakah yang punya pengalaman serupa?

Bakso Sony Bandar Lampung

Bakso Sony

Bagi teman-teman yang pernah bertandang ke kota bandar lampung, mungkin tidak asing lagi dengan kuliner olahan daging bulat ini yaitu Bakso Son Haji Sony atau sering disebut Bakso Sony. Walaupun makanan olahan daging ini sangat mudah kita jumpai di seluruh pelosok negeri. Namun, tidak semua bakso yang ada memiliki citarasa yang enak.

Bakso Sony sendiri sudah menjadi salah satu ikon kuliner di kota bandar lampung karena citarasanya yang memang Maknyuss. Itulah salah satu alasan yang membuat saya wajib lapor ke outlet bakso sony setiap saya berkunjung ke bandar lampung. Yang menarik di bakso sony, kita juga dapat membeli baksonya saja (tanpa mie,kuah,dll) untuk di bawah pulang. Sayangnya bakso sony ini hanya bisa kita nikmati di lampung. Kapan ya buka outlet di jogja ?#ngarapp..

Jika teman-teman yang kebutulan ke kota bandar lampung, selain memburu kain tapis,aneka pisang aroma, dan kopi, tidak ada salahnya mencoba bakso sony :).

Bakso Sony