Pentingnya Kualitas Produk

Kemarin saya kebutulan kedatangan tamu, mantan pengusaha furnitur. Beliau menceritakan bagaimana menjalankan usaha furnitur beberapa tahun yang lalu sebelum usahanya ditutup. Usahanya ditutup bukan karena bangkrut, tapi karena banyaknya regulasi yang tidak memihak kepada pengusaha.

Yang menarik dari kisah bisnis pengusaha furnitur ini adalah beliau menerapkan standar kualitas produk dan layanan yang super ketat. Sehingga akibatnya beberapa buyer dari luar negeri harus memohon kepada beliau agar produknya bisa disupplay ke buyer tersebut. Beliau tidak pernah sampai memasarkan produknya kemana-mana, tapi buyer-buyer luar negeri tersebut yang datang mencari beliau karena terkenal dengan kualitas produknya.

“Jika produk yang dihasilkan merupakan solusi bagi customer, maka customer akan datang dengan sendirinya”

Konsentrasi membuat solusi harusnya menjadi tujuan utama bagi semua perusahaan. Jika peningkatan kualitas dan layanan menjadi prioritas utama, maka dengan sendirinya customer akan datang. Banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan, tapi jika kualitas produk maupun layanan tidak ditingkatkan, maka pelanggan pun akan menjauh.

Apakah anda pernah melihat produk yang iklannya berlebihan, namun kualitas produknya sangat standar? Bersediakah anda membeli produk tersebut?

Iklan

Menentukan Fokus Produk

Tidak sedikit dari start up company misi awalnya hanya membuat produk berdasarkan kebutuhan customer (customize product). Namun seiring dengan perkembangan usaha, sudah mulai mempertimbangkan untuk fokus pada produk tertentu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir cost yang tinggi sehingga product yang dihasilkan bisa bersaing.

Penentuan fokus produk biasanya dilandasi karena pertimbangan kebutuhan pasar yang potensial. Selain itu, ketersediaan resource serta core kompetensi yang dimiliki juga menjadi tolak ukur. Memang tidak mudah menentukan produk mana yang menjadi fokus perusahaan. Belum lagi godaan permintaan product-product customize dengan nilai yang sangat menggiurkan.

Salah satu kelebihan menentukan fokus produk adalah perusahaan berpotensi untuk menjadikan produk tersebut menjadi produk massal (mass product). Dengan riset tertentu, namun berpeluang mendapatkan benefit yang tinggi. Apalagi kalau produk yang dihasilkan bisa diterima oleh pasar dengan baik.

Layanan di Luar Jam Kerja

Keberadaan penjualan secara online semakin memudahkan kita dalam berbelanja. Bagi orang-orang yang tidak punya waktu luang, berbelanja melalui media online merupakan salah satu solusi yang tepat. Selain mudah dan praktis, bertransaksi melalui dunia maya ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asalkan bisa terkoneksi dengan internet. khususnya bagi customer yang berbelanja pada webstore-webstore yang sudah full e-commerce, yang mana melakukan penjualan dan support sistem selama 24 jam dan tidak mengenal hari libur.

Lain halnya dengan pebisnis online yang masih melayani penjulan online dan offline?. Disatu sisi pemasaran online tetap bekerja selama 24 jam, namun supportnya hanya bisa dilayani pada jam kerja. Padahal tidak sedikit dari calon customer yang ingin bertransaksi pada hari-hari libur atau diluar jam kerja.

Menurut teman-teman apakah anda lebih senang bertransaksi online pada hari libur dan di luar jam kerja atau pada saat jam kerja?

Transaksi Online

Beberapa waktu yang lalu salah satu calon customer kami terpaksa mengurungkan transaksi pembeliannya. Karena sistem pembayaran yang kami terapkan mensyaratkan uang muka pada saat pemesanan produk. Di satu sisi, customer menginginkan produk dikirim dulu. Setelah produk diterima baru akan melakukan proses pembayaran. Setelah saya diskusi dengan calon customer tersebut, ternyata yang bersangkutan punya pengalaman buruk dengan transaksi online. Setelah uang ditransfer ternyata produk yang dipesan tidak kunjung tiba.

Praktek semacam ini ternyata masih saja terjadi di duni maya. Sebenarnya banyak tools pembayaran yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kejadian seperti ini. Sayangnya tidak semua orang familiar dan mau melakukan transaksi dengan tools pembayaran yang tersedia.

Integritas dan kejujuran dalam transaksi online sangat penting. Dalam dunia bisnis, tidak bisa hanya memikirkan keuntungan sesaat. Namun harus membangun kepercayaan dengan semua stakeholder. Bagaimana pendapat teman-teman? ada yang punya pengalaman serupa?

Pentingkah Keunikan Produk?

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan kompetitif. Perusahaan dituntut untuk mengembangkan produk sedemikian rupa sehingga mampu memikat hati customer. Perusahaan harus kreatif dan fokus pada pengembangan keunikan atau keunggulan produk yang dimiliki. Keunikan produk atau jasa tidak harus banyak. Namun sangat unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.Keunikan yang ada harus menambah value added suatu produk atau perusahaan.Keunikan tersebut tidak hanya semata-mata pada perbedaan dari segi produk tapi bisa juga keunikan dalam hal pemberian layanan kepada customer.

Keunikan produk atau layanan suatu perusahaan menjadi penting dan harus selalu ditingkatkan. Dengan terus mengembangkan keunikan suatu produk, maka akan terbentuk image produk yang menjadi pembeda diantara produk yang ada di pasaran.

Faktor apa yang membuat anda tertarik membeli suatu produk?

Pentingnya komitmen

Kemarin saya memberikan presentasi untuk produk IT di salah satu corporate di Kulon Progo. Karena terlanjur sudah janji, maka harus ditepati. Padahal kondisi badan saya sedang tidak fit. Sebenarnya bisa saja saya mereschedule kegiatan tersebut dengan alasan nggak enak badan.  Kerongkongan terasa nggak enak banget. Karena hanya masalah batuk dan tenggorokan yang terasa sakit saya pikir bukan suatu kendala yang berarti. So tetap memberikan presentasi walaupun dengan suara yang tidak begitu jelas. Suara yang keluar mirip-mirip seperti suara robot. Bahkan beberapa orang yang menelpon saya dikirain salah sambung dan selalu menanyakan kebenaran yang menerima telpon :).

Idealnya kalau memberikan materi tentu saja dengan kondisi yang benar-benar fit dan bugar. Namun kalau udah terlanjur janjian gimana lagi ya harus dipenuhi.  Untuk meminimalisir mengeluarkan energi suara yang banyak. Maka saya minta peserta untuk berdiskusi, supaya saya tidak terlalu banyak memberikan penjelasan. Saya meminta perwakilan setiap unit kerja atau departemen yang ada untuk menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi secara detil. Kemudian saya memberikan jawaban atas permasalahan yang mereka sampaikan dengan demo presentasi dan ditambah dengan sedikit penjelasan. Ternyata strategi seperti itu cukup berhasil.Bahkan diantara peserta diskusi bisa saling membantu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi peserta lainnya.

Kadang-kadang kita hanya perlu menjadi pendengar yang baik untuk menghasilkan solusi terbaik.

Jika kita masih bersedia memenuhi komitmen kita pada saat kondisi yang kurang kondusif pun, bukankah akan menjadi value added tersendiri di benak customer atau pihak lain? Kalau menurut teman-teman sebaiknya mereschedule kegiatan sampai anda benar-benar bugar atau tetap menepati janji anda walaupun dengan kondisi yang kurang kondusif?

ONLINE ≠ OFFLINE

Dengan menjamurnya pengguna internet di seluruh dunia, maka tidak heran semua pekerjaan dan aktivitas kita banyak bersentuhan dengan dunia online.Hampir semua urusan atau aktivitas bisa kita lakukan di dunia maya. Tidak terkcuali dalam menjalankan bisnis. Dengan biaya yang relatif kecil pelaku usaha sudah bisa menjangkau customer di seluruh dunia.Hal ini akan membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil menengah yang sering mengalami kesulitan pendanaan. 

Sehingga sangat wajar kalau sekarang ini bermunculan beberapa bisnis atau usaha yang dijalankan secara online dan offline. Walalupun tidak sedikit bisnis yang masih dijalankan secara offline.Namun sayangnya beberapa usaha kecil yang masih berstatus startup company seringkali mengabaikan kualitas layanan offline. Kalau dilihat website dan taglinenya di internet kesannya luar biasa. Padahal kenyataannya jauh dari yang diharapkan.Untuk usaha di bidang kuliner misalnya dimana citarasa, kebersihan, dan pelayanan yang cepat menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Pengalaman saya yang penasaran dengan informasi kuliner di dunia maya, karena tergiur dengan tagline menu makanan yang sehat,citarasa yang unik,dll yang semuanya sangat berbeda dengan yang lainnya.Walaupun ada ungkapan “Kalau untuk makanan kita tidak boleh lihat tempat usahanya tapi coba dulu rasanya “. Siapa tau seperti Bakmi Mbak Mo Bantul yang super pelosok yang jauh dari kesan mewah tapi enaknya bikin orang luar kota sampai ngantri berjam-jam.Namun kenyataan yang saya liat sangat berbeda baik pelayanan,kebersihan, apalagi citarasa yang jauh dari tagline yang mereka gembar-gemborkan di dunia maya.

Melakukan promosi di dunia online sangat penting. Namun jika informasinya tidak sesuai dengan kenyataannya maka jangan harap terjadi transaksi apalagi repeat order. Teman-teman ada yang punya pengalaman yang mengecewakan dalam bertransaksi secara online?