Pentingnya Kualitas Produk

Kemarin saya kebutulan kedatangan tamu, mantan pengusaha furnitur. Beliau menceritakan bagaimana menjalankan usaha furnitur beberapa tahun yang lalu sebelum usahanya ditutup. Usahanya ditutup bukan karena bangkrut, tapi karena banyaknya regulasi yang tidak memihak kepada pengusaha.

Yang menarik dari kisah bisnis pengusaha furnitur ini adalah beliau menerapkan standar kualitas produk dan layanan yang super ketat. Sehingga akibatnya beberapa buyer dari luar negeri harus memohon kepada beliau agar produknya bisa disupplay ke buyer tersebut. Beliau tidak pernah sampai memasarkan produknya kemana-mana, tapi buyer-buyer luar negeri tersebut yang datang mencari beliau karena terkenal dengan kualitas produknya.

“Jika produk yang dihasilkan merupakan solusi bagi customer, maka customer akan datang dengan sendirinya”

Konsentrasi membuat solusi harusnya menjadi tujuan utama bagi semua perusahaan. Jika peningkatan kualitas dan layanan menjadi prioritas utama, maka dengan sendirinya customer akan datang. Banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan, tapi jika kualitas produk maupun layanan tidak ditingkatkan, maka pelanggan pun akan menjauh.

Apakah anda pernah melihat produk yang iklannya berlebihan, namun kualitas produknya sangat standar? Bersediakah anda membeli produk tersebut?

Iklan

Pemasaran Bakpia Pathok VS Glagasari

Bagi anda yang pernah berkunjung ke yogyakarta tentu saja tidak asing lagi dengan makanan khas kota budaya ini yaitu bakpia. Makanan tradisional ini biasanya dijadikan oleh-oleh untuk para wisatawan lokal. Bakpia selalu identik dengan Pathok. Karena di daerah pathok inilah pusat industri makanan bakpia berkembang pesat. Disamping itu, lokasi industri makanan tradisional ini sangat dekat dengan kawasan malioboro. Sehingga kawasan pathok sangat populer dibandingkan bakpia di kawasan lainnya.

Karena menjamurnya produsen makanan khas ini, tentu saja persaingan antar pedagang semakin ketat. Untuk menarik minat pembeli beberapa pedagang memberikan  fee kepada pengantar (orang yang mengantar pembeli sampai ke toko bakpia). Jangan heran kalau anda ditawari tukang becak untuk diantar ke kawasan bakpia pathok dengan tarif yang sangat murah. Pengantar seperti sopir taxi, sopir bus pariwisata, tukang becak,ojek,dll akan mendapatkan fee dari pedagang bakpia. Besarnya  fee yang didapatkan tergantung dari volume transaksi.

Jika anda ingin menikmati bakpia dengan cita rasa yang berbeda, anda bisa membeli bakpia di daerah glagasari dekat terminal lama umbulharjo. Walaupun harganya relatif lebih mahal di bandingkan dengan bakpia pathok, tetapi dijamin rasanya lebih enak. Pedagang bakpia di glagasari tidak menggunakan strategi pemasaran seperti di kawasan pathok yang memberikan fee kepada pengantar. Mereka lebih fokus pada kualitas produk. Dengan pemasaran mulut ke mulut  (MKM) bakpia glagasari sudah mulai ramai pembeli. Bahkan diwaktu-waktu tertentu kita sering tidak mendapatkan bakpia jika tidak memesan terlebih dahulu.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan volume penjualan, misalnya dengan melakukan kerjasama dengan para pengantar yang tentu saja akan mengurangi profit margin pedagang tersebut. Cara seperti ini akan menimbulkan persaingan harga yang sangat ketat diantara para pedagang. Disamping harus menentukan harga produk yang kompetitif, tentu saja harus memperhitungkan biaya fee yang akan dikeluarkan.

Produk yang berkualitas dengan harga yang relatif lebih mahal pun, ternyata masih mampu menarik minat konsumen. Sudah selayaknya produsen fokus pada peningkatan kualitas dan value produk,  serta lakukan strategi pemasaran yang berbeda, maka pasar akan selalu terbuka lebar.