Bakso Sony Bandar Lampung

Bakso Sony

Bagi teman-teman yang pernah bertandang ke kota bandar lampung, mungkin tidak asing lagi dengan kuliner olahan daging bulat ini yaitu Bakso Son Haji Sony atau sering disebut Bakso Sony. Walaupun makanan olahan daging ini sangat mudah kita jumpai di seluruh pelosok negeri. Namun, tidak semua bakso yang ada memiliki cita rasa yang enak.

Bakso Sony sendiri sudah menjadi salah satu ikon kuliner di kota bandar lampung karena cita rasanya yang maknyuss. Itulah salah satu alasan yang membuat saya wajib lapor ke outlet bakso sony setiap saya berkunjung ke bandar lampung. Yang menarik di bakso sony, kita juga dapat membeli baksonya saja (tanpa mie,kuah,dll) untuk di bawah pulang. Sayangnya bakso sony ini hanya bisa kita nikmati di lampung. Kapan ya buka outlet di jogja ?

Jika teman-teman yang kebutulan ke kota bandar lampung, selain memburu kain tapis,aneka pisang aroma, dan kopi, tidak ada salahnya mencoba bakso sony :).

Kripik Pisang Lampung

Kripik Pisang Lampung

Berkunjung ke suatu daerah, rasanya kurang pas jika belum sempat menikmati kuliner atau sekedar membeli oleh-oleh khas daerah tersebut.Kali ini saya akan berbagi pengalaman selama bepergian ke bandar lampung.

Selain kopi, lampung juga terkenal dengan keripik pisang aneka rasa. Makanan olahan pisang ini menjadi salah satu oleh-oleh favorit saya.Kripik pisang ini tersedia beberapa varian rasa, seperti rasa balado,melon,strobery,jagung ,mocca,keju,kopi,coklat,pandan,dll. Dari semua varian yang ada, saya paling suka yang rasa melon,strobery dan keju.

Untuk mendapatkan kripik pisang ini anda dapat membelinya di  Toko Yen-Yen yang berada di Teluk Betung. Toko oleh-oleh ini cukup terkenal di lampung. Selain di toko Yen-Yen, kita dapat membelinya di toko-toko lain,minimarket,termasuk di bandara Raden Intan juga tersedia.Diantara sekian banyak kripik yang tersedia, merek suseno dan aneka termasuk yang favorit.Bukan berarti merek lain atau bahkan yang curah tidak enak ya..Tergantung selerah masing-masing :).

Kalau anda ke luar kota, apa yang biasa anda hunting?

Rujak Es Cream Pak Nardi

Hari minggu kemarin saya menemani keluarga yang katanya sedang mencari kuliner khas Yogyakarta. Dengan syarat makanan atau minuman yang tidak berat tidak cepat kenyang.Kebutulan cuaca di yogyakarta hari itu lumayan panas. Secara guide dadakan saya mencari referensi yang tidak terlalu sulit untuk dijangkau. Maka spontan saja saya tawarin rujak ice cream.Kenapa rujak ice cream? karena memang saya suka.Dari pada saya merekomendasikan makananan yang saya sendiri tidak suka, lebih baik yang saya juga bisa ikut nimbrung menyantapnya :).

Untuk rujak ice cream yang enak, saya cuma punya referensi yang di daerah pakualaman.Mungkin ada yang lebih enak selain di pakualaman. Namun hingga saat ini saya belum menemukannya. Di daerah pakualaman sendiri ada banyak yang menyediakan rujak ice cream. Kalau saya sukanya rujak ice cream pak Nardi. Lokasinya di sebelah barat tembok istana pakualaman.Rujak ice cream dengan tagline “pertama di yogyakarta” ini tempatnya cukup sederhana. Hanya menyediakan kursi plastik yang dijejer di trotoar.Tempatnya kebutulan di bawah pohon besar dan terbuka. Jadi makan rujak ice cream terasa lebih nikmat sambil menikmati udara segar di bawah pohon. Untuk semangkuk rujak ice cream kita cukup membayar Rp.4000,- saja. Untuk makanan seenak ini tentu saja harga segitu termasuk murah.

Hingga saat ini, kita masih bisa menikmati kuliner yogyakarta dengan harga yang murah meriah. So pastikan yogyakarta menjadi salah satu referensi kota tujuan wisata anda :).

ONLINE ≠ OFFLINE

Dengan menjamurnya pengguna internet di seluruh dunia, maka tidak heran semua pekerjaan dan aktivitas kita banyak bersentuhan dengan dunia online.Hampir semua urusan atau aktivitas bisa kita lakukan di dunia maya. Tidak terkcuali dalam menjalankan bisnis. Dengan biaya yang relatif kecil pelaku usaha sudah bisa menjangkau customer di seluruh dunia.Hal ini akan membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil menengah yang sering mengalami kesulitan pendanaan. 

Sehingga sangat wajar kalau sekarang ini bermunculan beberapa bisnis atau usaha yang dijalankan secara online dan offline. Walalupun tidak sedikit bisnis yang masih dijalankan secara offline.Namun sayangnya beberapa usaha kecil yang masih berstatus startup company seringkali mengabaikan kualitas layanan offline. Kalau dilihat website dan taglinenya di internet kesannya luar biasa. Padahal kenyataannya jauh dari yang diharapkan.Untuk usaha di bidang kuliner misalnya dimana citarasa, kebersihan, dan pelayanan yang cepat menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Pengalaman saya yang penasaran dengan informasi kuliner di dunia maya, karena tergiur dengan tagline menu makanan yang sehat,citarasa yang unik,dll yang semuanya sangat berbeda dengan yang lainnya.Walaupun ada ungkapan “Kalau untuk makanan kita tidak boleh lihat tempat usahanya tapi coba dulu rasanya “. Siapa tau seperti Bakmi Mbak Mo Bantul yang super pelosok yang jauh dari kesan mewah tapi enaknya bikin orang luar kota sampai ngantri berjam-jam.Namun kenyataan yang saya liat sangat berbeda baik pelayanan,kebersihan, apalagi citarasa yang jauh dari tagline yang mereka gembar-gemborkan di dunia maya.

Melakukan promosi di dunia online sangat penting. Namun jika informasinya tidak sesuai dengan kenyataannya maka jangan harap terjadi transaksi apalagi repeat order. Teman-teman ada yang punya pengalaman yang mengecewakan dalam bertransaksi secara online?