Penjual Tidak Jujur

Beberapa hari yang lalu saya kebutulan melewati pasar tradisional dan melihat sudah mulai banyak penjual durian. Akhirnya saya pun tertarik untuk membelinya. Selama proses pilih memilih durian inilah si penjual sudah ditanyakan berkali-kali apakah durian ini matang di pohon atau tidak? Biasalah jawabannya selalu iya dan bagus :). Setelah menemukan beberapa buah durian, saya meminta si ibu penjual untuk langsung membelahnya di TKP maksud hati biar ketahuan enak tidaknya.  Si penjual keberatan dengan berbagai alasan seperti tempatnya  kotor, pisaunya lagi dipinjem penjual yang lain,dsb. Karena saya agak buru-buru saya pun langsung membayar dan membawanya pulang.

Yang ini montok dan enak

Setelah sampai di rumah saya pun langsung mengambil pisau dan membelah durian tersebut. Di luar dugaan, ternyata duriannya   hanya sebatas memanjakan hidung dengan aroma khasnya tapi rasanya hambar :). jadinya pada mundur teratur deh.

Sehari setelah kejadian yang mengecewakan tersebut secara kebutulan ada bapak-bapak yang lewat depan rumah dengan membawa keranjang yang berisi durian. Yang berbeda, si bapak ini menjajakan duriannya hanya dengan berjalan kaki. Biasanya kalau penjual durian kelilingan pakai motor atau mobil pick up tapi yang ini hanya berjalan kaki.Waduh gak kebayang deh pikul durian segitu beratnya dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah untuk menawarkan dagangannya. Karena trauma dengan kejadian yang kemarin akhirnya si bapak penjual durian itu saya sandera.  Beliau tidak boleh pergi dulu sampai kami selesai memakan durian dagangannya.  Walaupun si bapaknya sudah bilang kalau durian dijamin matang di pohon dan kalau nggak enak bisa dikembalikan. Ternyata benar juga duriannya enak banget dan harganya pun relatif murah hanya 20rb/biji. Setelah kami puas menyantap durian, si bapak pun pergi dengan senangnya karena duriannya habis terjual.

Bagaimana usaha bisa survive jika kejujuran dengan mudah diabaikan demi mendapat keuntungan yang sesaat? Bukankah kejujuran menjadi modal dasar seorang pedagang untuk mendapatkan kepercayaan dari pembelinya ? pernahkah teman-teman dikecewakan oleh penjual durian?

Iklan

8 thoughts on “Penjual Tidak Jujur

  1. bener mas … pedagang spt ini nggak akan bertahan lama …
    pernah itu makan durian, minta dibelah di tempatnya buat membuktikan apa duriannya matang apa nggak, dibelah, duriannya belum matang betul sih, tapi ya namanya penjual ngotot hrs bayar, penjual spt ini pasti sdkt punya langganan tetap

  2. Aku pernah juga nich… pas beli durian ternyata isi-nya masih mentah… padahal dapet contohnya pada matang… iiihhh sebel juga sich udah di beli tapi gak bs ngerasin nikmatnya durian 😀

    • Harusnya durian yang akan dibeli dicoba dulu ya? jd kalau enak bisa langsung dibeli tp kalau nggak enak ditukar ama yang lain 🙂

  3. Waaaaa
    Duriannnnnnnn
    mau-mau-mau……
    Semasa di Pekanbaru, serasa banjir durian tiap tahun…… .
    kangen durian………… .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s