Mastermind

Pertama kali saya berkenalan dengan istilah Mastermind adalah ketika saya membaca salah satu buku karangan Napoleon Hill. Buku mungil yang saya beli saat masih di bangku kuliah dulu.Di buku yang inspiratif tersebut dijelaskan tentang perjuangan beberapa tokoh pengusaha dunia yang meraih kesuksesan luar biasa. Salah satu formula sukses yang dilakukan adalah dengan membentuk Mastermind. Konon kesuksesan Henry Ford yang merupakan tokoh otomotif dan pendiri Ford Motor Company tidak terlepas dari peran kelompok Mastermind yang mereka bentuk. Salah satu anggota kelompok Mastermindnya adalah ilmuwan Thomas Alva Edison.

Pada tahun 2007 lalu, saya berkenalan dengan komunitas bisnis yaitu Komunitas Tangan Diatas (TDA). Di TDA saya baru mengerti betapa pentingnya sebuah kelompok Mastermind. Bahkan salah satu faktor keberhasilan anggota TDA adalah tidak terlepas dari keterlibatannya dalam kelompok Mastermind. Setiap kelompok Mastermind biasanya terdiri dari 5 orang atau lebih.Di Mastermind semua anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Di sini spirit saling membantu satu sama lain sangat kental. Maka tidak heran beberapa anggota Mastermind rela meninggalkan pekerjaan atau aktivitasnya demi pertemuan Mastermind.

Semoga spirit Mastermind ini juga bisa terbentuk tidak hanya di kalangan para pengusaha tapi juga para profesional.

12 thoughts on “Mastermind

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s