ONLINE ≠ OFFLINE

Dengan menjamurnya pengguna internet di seluruh dunia, maka tidak heran semua pekerjaan dan aktivitas kita banyak bersentuhan dengan dunia online.Hampir semua urusan atau aktivitas bisa kita lakukan di dunia maya. Tidak terkcuali dalam menjalankan bisnis. Dengan biaya yang relatif kecil pelaku usaha sudah bisa menjangkau customer di seluruh dunia.Hal ini akan membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil menengah yang sering mengalami kesulitan pendanaan. 

Sehingga sangat wajar kalau sekarang ini bermunculan beberapa bisnis atau usaha yang dijalankan secara online dan offline. Walalupun tidak sedikit bisnis yang masih dijalankan secara offline.Namun sayangnya beberapa usaha kecil yang masih berstatus startup company seringkali mengabaikan kualitas layanan offline. Kalau dilihat website dan taglinenya di internet kesannya luar biasa. Padahal kenyataannya jauh dari yang diharapkan.Untuk usaha di bidang kuliner misalnya dimana citarasa, kebersihan, dan pelayanan yang cepat menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Pengalaman saya yang penasaran dengan informasi kuliner di dunia maya, karena tergiur dengan tagline menu makanan yang sehat,citarasa yang unik,dll yang semuanya sangat berbeda dengan yang lainnya.Walaupun ada ungkapan “Kalau untuk makanan kita tidak boleh lihat tempat usahanya tapi coba dulu rasanya “. Siapa tau seperti Bakmi Mbak Mo Bantul yang super pelosok yang jauh dari kesan mewah tapi enaknya bikin orang luar kota sampai ngantri berjam-jam.Namun kenyataan yang saya liat sangat berbeda baik pelayanan,kebersihan, apalagi citarasa yang jauh dari tagline yang mereka gembar-gemborkan di dunia maya.

Melakukan promosi di dunia online sangat penting. Namun jika informasinya tidak sesuai dengan kenyataannya maka jangan harap terjadi transaksi apalagi repeat order. Teman-teman ada yang punya pengalaman yang mengecewakan dalam bertransaksi secara online?

Iklan

26 thoughts on “ONLINE ≠ OFFLINE

  1. belum pernah ngalamin hal yang mengecewakan bang, selama ini ber jual-beli online lancar-lancar saja 🙂
    oh iya, meskipun promosi online lebih efektif namun sekarang jarang perhatikan etika, e.g di facebook banyak tag-tag foto produk gak jelas :lemparbata

  2. selama ini aku blom pernah kecewa klo belanja lewat online… karena aku bener2 selektif milih penjualnya karena takut ketipu, soale pernah denger juga ada yang pernah ketipu waktu belanja online 😦
    Klo untuk info kuliner biasanya aku pake MDM ( Makan Di Mana ) karena memang bs online lewat iphone dan tentunya gak akan ketipu 🙂

  3. saya yang penjual online malah pernah ditipu sama pelanggan yang belum bayar…emang salah saya sech…orangnya belum trasnfer barangnya sdh sy kirim…tp sy pikir orang itu pasti akan bayar krna ini kan order0an yang kedua kalinya…eh trnyata setiap ditagih cuma janji2 aja…akhirnya saya capek sendiri nagihnya….

    • harusnya ada deb collelctor online ya yang bisa menjangkau seluruh indonesia :). Kalau ada yang nggak mau bayar kayak gitu biar diurus sama debt collector….

  4. postingan yang sangat menarik 🙂
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. 🙂

  5. Aku sering bertransaksi online, karna memang lebih mudah dengan online di tempat aku tinggal sekarang. Tapi yang paling penting memang adalah perusahaan (website owner) yang kompeten, selama ini aku pakai Ebay dan Amazon dan beberapa website lain selama aku kuliah dan tempat tinggalku sekarang, dan selama ini selalu memuaskan. Kalau perusahaan di Indonesia, aku hanya pernah sekali, dengan Harvest Cake, dan pelayanan mereka juga memuaskan. Akhirnya memamng kembali ke konsumen yang harus pinter-pinter memilah dan memilih seller mana yang bisa dipercaya. 🙂

  6. nah. itu yg jadi pertanyaan.
    apakah cukup kita berjualan online, tetap tanpa melihat/merasakannya secara offline? ini seperti seorang marketing yang berusaha meyakinkan orang untk membeli barang yg tidak dibutuhkan konsumen. setuju?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s